Muluskan program sertifikasi tanah, pemerintah tambah Rp 1,2 triliun
Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil mengatakan pihaknya telah mendapatkan tambahan dana sebesar Rp 1,2 triliun untuk menyelesaikan penerbitan sertifikat 5 juta hektar bidang tanah. Dana ini diambil dari dana yang dimiliki Kementerian Keuangan.
Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil mengatakan pihaknya telah mendapatkan tambahan dana sebesar Rp 1,2 triliun untuk menyelesaikan penerbitan sertifikat 5 juta hektar bidang tanah. Dana ini diambil dari dana yang dimiliki Kementerian Keuangan.
"Dananya, Rp 1,2 lagi. Untuk sementara diambil dulu dari dananya Kementerian Keuangan nanti akan dimasukkan APBN-P," ungkapnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (20/6).
Adapun tambahan dana Rp 1,2 triliun itu akan digunakan untuk memuluskan proses pengadaan sertifikat. "Kan ada pengukuran, pemetaan, pengumuman, pendaftaran, kemudian baru sertifikat. Jadi ada beberapa tahap," katanya.
Dengan tambahan dana baru dari Kementerian Keuangan ini, Sofyan menargetkan program sertifikat 5 juta hektar bidang lahan dapat rampung pada akhir tahun ini.
"Kita sudah dapatkan uangnya kemarin 1,2 T, dengan sasaran supaya 5 juta sertifikat tahun ini keluar," tutup Sofyan.
Sebelumnya, pemerintah juga tengah melakukan finalisasi APBN Perubahan 2017 guna mengoptimalisasi belanja negara. Salah satunya program sertifikasi tanah oleh Menteri ATR, di mana jumlah penerimaan sertifikasi cukup signifikan yang semuanya belum dianggarkan.
Baca juga:
Cara pemerintahan Jokowi kebut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung
Target Jokowi sertifikasi 5 juta tanah sulit dicapai
Lahan kian sempit, Indonesia butuh regulasi pertanahan
Pemerintah Jokowi batalkan kenakan pajak tanah menganggur