LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mirza Beberkan Prestasi Bank Indonesia Selama Dirinya Menjadi Deputi Gubernur Senior

Masa jabatan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, tinggal menghitung hari. Di akhir masa baktinya, Mirza menceritakan berbagai langkah upaya bank sentral Indonesia dalam menjaga perekonomian Indonesia. Dalam menjaga perekonomian BI dan pemerintah selalu mengeluarkan kebijakan dengan hati-hati.

2019-07-23 20:53:53
Bank Indonesia
Advertisement

Masa jabatan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, tinggal menghitung hari. Posisi Mirza, nantinya akan digantikan oleh Destry Damayanti sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) periode 2019-2024.

Di akhir masa baktinya, Mirza menceritakan berbagai langkah upaya bank sentral Indonesia dalam menjaga perekonomian Indonesia. Di mana, dalam menjaga perekonomian BI dan pemerintah selalu mengeluarkan kebijakan dengan penuh kehati-hatian.

"Selama ini kita sudah menunjukan kehati-hatian di dalam pengelolaan ekonomi makro. Kebijakan fiskal selalu prudent, defisit fiskal dijaga di bawah yang diperbolehkan maksimum kan 3 persen tapi pemerintah defisit fiskalnya di bawah 2,5 persen bahkan tahun ini di bawah 2 persen," kata Mirza di Kantornya, Jakarta, Selasa (23/7).

Advertisement

Dengan berbagai kebijakan yang ditempuh BI bersama pemerintah kemudian berdampak pada keberhasilan pada pengendalian inflasi yang berada sekitar 3 persen. Angka ini pun sesuai dengan target yang dipatok oleh BI yakni di bawah 3,5 persen plus minus 1 persen.

Keberhasilan lain yang diraih selama 5 tahun menjabat di BI, Mirza juga berhasil menekan kredit macet atau NPL perbankan. Di mana, pada 2015, NPL sempat meningkat di angka 3,2 persen yang kemudian berhasil diperbaiki di level 2,6 persen.

"Cadangan perbankan juga sudah di atas 100 persen. Sehingga bisa dibilang pengelolaan perbankan dan fiskal moneter sudah pruden jadi ini harus dipertahankan," katanya.

Advertisement

Di balik keberhasilan tersebut, ada beberapa pekerjaan rumah yang hingga kini belum dipecahkan oleh dirinya bersama Bank Indonesia. Salah satunya adalah menekan defisit transaksi berjalan atau CAD.

"Karena selama ini kita masih berusaha mengendalikan defisit intinya tidak besar. Kita belum pada tahap di mana kita bisa membuat CAD menjadi surplus. padahal negara tetangga kita seperti Thailand dan Malaysia bisa membuat defisit ekspor impor menjadi surplus," bebernya.

Dirinya pun berharap, ke depan ekonomi Indonesia dapat dikelola dengan baik oleh seluruh otoritas keuangan. "Hanya dengan stabilitas kita bisa memiliki pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," pungkas deputi gubernur senior Bank Indonesia tersebut.

Baca juga:
BI: Rupiah Boleh Jadi Mahar Asal Jangan Ditekuk Menjadi Bentuk Burung
Dinilai Cuma Agenda Politik Trump, BI Yakinkan Gejolak Perang Dagang Hanya Sementara
Lika-liku Penurunan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia
Penurunan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Bakal Kerek Laju Investasi
Pengusaha Apresiasi Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan
Hasil Sementara Evaluasi BI Temukan Kelemahan Sistem IT Bank Mandiri
Visa, OJK dan BI Ajak Wanita Pelaku UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.