Mimpi Bank Indonesia Jadikan Pesantren Pemain Ekspor Berkelas Dunia
Bank Indonesia (BI) memiliki mimpi menjadikan pesantren sebagai pemain ekspor dunia dengan berbagai produk unit usahanya. Saat ini, BI telah membuat rencana pengembangan ekonomi syariah Indonesia ke depannya. Salah satunya adalah pemberdayaan ekonomi pesantren.
Bank Indonesia (BI) memiliki mimpi menjadikan pesantren sebagai pemain ekspor dunia dengan berbagai produk unit usahanya. Saat ini, BI telah membuat rencana pengembangan ekonomi syariah Indonesia ke depannya. Salah satunya adalah pemberdayaan ekonomi pesantren.
Saat ini setidaknya ada sekitar 29.000 pesantren di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, BI tengah bekerjasama dengan beberapa pesantren untuk membangun kemandirian ekonomi. Caranya dengan mendorong pesantren memiliki unit usaha dan menghasilkan sebuah produk yang memiliki nilai tambah.
Dengan cara ini, diharapkan nantinya masing-masing pesantren melalui berbagai produk unggulannya bisa menjual produknya ke pasar dalam negeri. Bahkan diharapkan hingga ekspor.
"Saat ini memang sedang piloting, sedang kita tata, dan kita ciptakan level of playing field supaya pesantren bisa mengejar ketertinggalan dengan koperasi atau korporasi," kata Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) BI, Anwar Bashori, di Grand City, Surabaya, Rabu (12/12).
Bahkan, dari sebagian pesantren yang bekerjasama dengan BI ini sudah memiliki usaha dan produk yang berkualitas, salah satunya pesantren Al-Ihya di Pandeglang. Pesantren ini memiliki unit usaha pengahan kelapa. Hasil olahan yang berupa tepung ini bahkan sudah di ekspor ke beberapa negara di Asia.
Sementara itu di kesempatan yang sama Kepala Dept Pengembangan UMKM (DPUM) BI Yunita Resmi Sari menambahkan, memang potensi ekspor produk pesantren ini ke depannya cukup bagus. Tak harus ekspor secara langsung, pesantren-pesantren ini bisa bekerjasama dengan UMKM untuk bisa membantu memasarkan ke beberapa negara di dunia.
"Salah satu pasar potensial untuk ekspor produk-produk halal pesantren ini ke beberapa Timur Tengah, seperti Dubai dan juga Turkey. Karakter konsumsi dan fashion mereka itu mirip-mirip dengan Indonesia," terang dia.
Selain itu, Bank Indonesia juga siap menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI) / Eximbank untuk melakukan pendampingan dan menghubugkan produk-produk halal dari pesantren ini dengan berbagai negara.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6
Baca juga:
BI Diprediksi Masih Akan Naikkan Suku Bunga Acuan, Ini Pemicunya
BI: Pemanfaatan Fintech Syariah Jadi Peluang RI Jaga Daya Saing
BI Prediksi Volume Industri Halal & Keuangan Syariah Capai USD 6,8 triliun di 2023
Bank Indonesia Beberkan Peluang dan Tantangan Ekonomi di 2019
Suku Bunga Tinggi, Penerbitan Obligasi Korporasi Diprediksi Turun di 2018
Ini 3 Program BI Kembangkan Ekonomi Pesantren
BI: Terlambat Kembangkan EkonomI Syariah, RI Jadi Sasaran Produk Impor Lebel Halal