Microsoft Ungkap 3 Kemampuan Paling Dicari dari Pekerja Saat ini
Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan telah nyata mengubah tatanan lapangan kerja. Berdasarkan laporan dari Microsoft dan International Data Corporation, empat dari lima pemimpin bisnis di Asia Pasifik percaya teknologi akan mengubah cara kerja perusahaan di tiga tahun mendatang.
Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan telah nyata mengubah tatanan lapangan kerja. Berdasarkan laporan dari Microsoft dan International Data Corporation, empat dari lima pemimpin bisnis di Asia Pasifik percaya teknologi akan mengubah cara kerja perusahaan di tiga tahun mendatang.
Dilansir dari CNBC, Sabtu (23/2), Microsoft mencatat akan ada kelebihan pekerja dengan kemampuan standard di Asia Pasifik pada 2021. Kelebihan tenaga kerja akan terjadi di sektor dengan kemampuan administrasi, akuntansi dan komunikasi, serta teknik.
Sementara itu, akan ada kekurangan tenaga kerja dalam angka besar dalam kemampuan sosial dan teknologi. Khususnya pada kemampuan digital, analisis, dan pengembangan diri.
Manager Direktur Microsoft Singapura, Kevin Wo, mengatakan pekerja harus fokus pada aspek pengembangan diri dan analisis. "Mereka bisa memulainya pada aspek pengembangan diri," ujarnya.
Wo juga menyarankan untuk para pekerja berinteraksi dengan seseorang atau kelompok yang selalu ingin mengembangkan diri. "Jika ingin berubah secara otodidak tentu akan susah. Maka Anda bisa mencari bantuan dari lingkungan sekitar untuk meningkatkan kemampuan diri," jelasnya.
Kepala Bidang Digital Sembcorp, Matthew Friedman, sependapat bahwa kemampuan bekerja sama dan berpikir kreatif yang paling dibutuhkan di era teknologi saat ini. "Saat kita mewawancarai calon pekerja, kita mencari seseorang dengan kemampuan memecahkan masalah secara tak biasa," ucapnya.
Baca juga:
Menteri Airlangga Ungkap Keuntungan Revolusi Industri 4.0
Jaga Laut Indonesia, Menko Luhut Pastikan Penggunaan Alutsista dan SDM Berkualitas
2019, Pemerintah Rogoh Rp 1 Triliun Bangun 1.000 BLK
Menteri Hanif Sebut Kemiskinan Akibat Tenaga Kerja Krisis Keterampilan
Sambut Industri 4.0, Menko Luhut Sebut Pemerintah Telah Siapkan Rp 50 T Beasiswa
Prabowo Ingin Ojek Jadi Angkutan Umum dan Hilangkan Outsourcing
Resmikan Sekolah Vokasi, Menperin Sebut Penting Punya SDM Sesuai Kebutuhan Industri