Meski cuaca mendung, IHSG dan Rupiah mampu ditutup cerah
IHSG hari ini ditutup menguat 37,92 poin atau 0,73 persen pada level 5.253,18 poin.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup menguat 37,92 poin atau 0,73 persen pada level 5.253,18 poin. Indeks LQ45 juga positif 0,96 persen pada 910,78 poin.
Di regional, bursa Nikkei ditutup naik 0,28 persen pada level 17.329,02 poin. Hang Seng positif 0,70 persen pada level 24.522,63 poin. Shanghai naik 0,63 persen pada level 3.344,40 poin.
Bursa-bursa di Eropa dibuka beragam. FTSE menguat 0,31 persen, DAX flat negatif 0,00 persen, dan CAC melemah 0,07 persen. Rupiah terapresiasi 106 poin pada Rp 12.451 per USD.
Analis saham Ascend, Agus Santoso, mengatakan IHSG menguat sejak awal pembukaan pada perdagangan kali ini setelah sentimen Uni Eropa yang akan melakukan program quantitative easing.
Meskipun menguat, capital outflow masih membayangi perdagangan dengan kembali tercatat investor asing melakukan penjualan bersih hingga Rp 249 miliar.
Sebanyak 8,90 lembar saham ditransaksikan dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,27 triliun dengan kenaikan IHSG ditopang oleh sektor poperti yang menguat. Sementara, sektor infastruktur dan manufaktur ditutup negatif.
Saham-saham yang menjadi pendorong pergerakan IHSG secara rata-rata tertimbang diantaranya saham Gudang Garam (GGRM) menguat 5,12 persen ditutup pada level Rp 56.175, saham Bank BCA (BBCA) yang naik 0,96 persen pada harga Rp 13.200, saham Astra Internasional (ASII) yang naik 0,98 persen pada harga Rp 7.750, saham Indocement Tunggal Perkasa (INTP) menguat 3,05 persen ditutup pada harga Rp 22.800, dan saham Semen Indonesia (SMGR) yang naik 2,13 persen pada harga Rp 14.400.
Baca juga:
Dibayangi aksi ambil untung, IHSG dibuka naik tipis 6 poin
Perdagangan diprediksi ramai aksi beli, IHSG bakal bergerak menanjak
Hari ini, IHSG dan Rupiah kompak menguat saat penutupan perdagangan
Ikuti bursa regional, IHSG hari ini dibuka berada di zona hijau
Pertumbuhan ekonomi China dorong IHSG ditutup menguat 13 poin
Laju IHSG berpotensi menguat tipis