Merpati tutup kantor cabang di beberapa daerah
Alasannya karena tidak dapat membayar avtur ke Pertamina.
Kondisi PT. Merpati Nusantara Airlines (MNA) semakin memprihatinkan. Lambannya upaya penyelamatan perusahaan berimbas panjang. Belum selesai persoalan gaji pegawai yang tidak dibayar selama dua bulan terakhir, dan dihentikannya pasokan avtur dari Pertamina, kini Merpati harus menerima kondisi pahit.
Merpati terpaksa menutup sebagian kantor cabang di daerah-daerah. Alasannya karena tidak dapat membayar avtur ke Pertamina. Merpati memiliki utang avtur ke Pertamina sekitar Rp 165 miliar, sedangkan total utang Merpati secara keseluruhan mencapai Rp 6,7 triliun.
"Sebagian perwakilan kantor kota di distrik memang banyak yang sudah pada tutup," ujar salah satu pegawai Merpati, Anto kepada merdeka.com, Rabu (29/1).
Pilot maskapai penerbangan pelat merah ini menuturkan, penutupan kantor cabang Merpati dimulai dari Kendari pada 16 Januari lalu. Disusul daerah lainnya pada 28 Januari. Dalam waktu dekat Merpati akan kembali menutup kantor cabang di Dili pada 30 Januari. "Dili mulai besok ditutup," katanya.
Baca juga:
Tak lagi bisa bersaing, Indef sebut Merpati halal jika ditutup
Citilink incar tambahan penjualan tiket 5 persen dari Indomaret
Tambah 8 pesawat baru, Citilink cari pilot lokal
Citilink target angkut 1,1 juta penumpang dari Bandara Halim
Lebih dari setengah penduduk Indonesia belum pernah naik pesawat