Lebih dari setengah penduduk Indonesia belum pernah naik pesawat
Merdeka.com - Tumbuh tingginya kelompok kelas menengah di Indonesia, menjadi peluang bagi bisnis sektor penerbangan nasional. Makin banyaknya jumlah orang kaya baru menjadi bidikan maskapai penerbangan untuk meningkatkan penetrasi bisnis mereka.
Presiden Direktur Citilink Arief Wibowo melihat, kelas menengah di Indonesia masih akan terus bertumbuh hingga mencapai kisaran 130 juta pada 2030. Saat ini kelas menengah Indonesia sudah mencapai angka 50 juta.
Meski sudah semakin banyak jumlah masyarakat kelas menengah ternyata masih sedikit yang menggunakan pesawat sebagai alat transportasi. Arief menyebut, dari sekitar 244 juta penduduk Indonesia, baru 39 persen yang memiliki pengalaman naik pesawat. Artinya, lebih dari setengah penduduk Indonesia belum pernah menggunakan jasa penerbangan.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding di Malaysia. Dari total penduduk 29 juta jiwa, 26 persen penduduk Negeri Jiran sudah menggunakan pesawat.
"Populasi kita 244 juta orang, yang menggunakan angkatan udara baru 39 persen. Malaysia 29 juta penduduknya, yang pakai angkutan udara 166 persen. Kalau dibanding UK, jauh sekali. Dia sudah maju," ujar Arief di Jakarta Convention Center, Rabu (22/1).
Dengan pertumbuhan angkutan udara yang diproyeksi di kisaran 12-15 persen tahun ini, Arief yakin bisa menggarap potensi pasar penerbangan nasional yang masih sangat besar.
Arief menambahkan, dalam 1,5 tahun pertama lepas dari Garuda Indonesia, Citilink telah memiliki sebanyak 8 juta penumpang. Kinerja tersebut diyakini akan terus meningkat. "Ini challenge untuk bisa mencapai pertumbuhan yang tinggi," ucap Arief.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya