Menteri Susi kesal pencurian ikan rugikan Indonesia Rp 600 T/tahun
Susi geram Indonesia hanya menjadi negara pengekspor sumber daya laut nomor lima se-Asia Tenggara.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah gencar-gencarnya memberantas ilegal fishing. Dengan panjang pantai sepanjang 97.000 kilometer (Km) tak ayal membuat wilayah perairan Indonesia menjadi sasaran empuk para penangkap ikan 'nakal'.
"Kita (Indonesia) itu panjang pantainya nomor dua terpanjang di dunia," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Kantornya, Jakarta, Senin (30/3).
Sayangnya, lanjut Susi, Indonesia hanya menjadi negara pengekspor sumber daya laut nomor lima se-Asia Tenggara. Ironisnya, menurut data yang dimiliki FAO, Indonesia merugi USD 50 miliar akibat ilegal fishing.
"Data FAO menghitung, lost of illegal fishing yang terjadi di perairan Indonesia mencapai USD 50 miliar," paparnya.
Jika disetarakan dengan Rupiah, lanjut Susi, kerugian akibat praktik ilegal fishing yang dialami Ibu Pertiwi mencapai Rp 600 triliun per tahunnya. "Dan itu benar, bukan angka bohong," tegasnya.
Untuk itu, Susi pun meminta kepada sejumlah pemangku kepentingan terkait seperti Polri serta TNI Angkatan Laut untuk lebih memperketat pengawasan perairan Indonesia. "Tutup saja itu pelabuhan-pelabuhan kecil, tempatkan KRI di sana," tuturnya.
"Karena di pelabuhan-pelabuhan kecil itu berpotensi besar terjadi ilegal fishing," tandasnya.
Baca juga:
Menteri Susi cari bukti baru buat hukum kapal pencuri ikan terbesar
Tak cuma maling ikan, kapal asing juga selundupkan narkoba dan miras
Bukan kapal ikan, penahanan KM Pulau Nunukan disesalkan
Kasal minta Kejati Maluku lihat bukti illegal fishing kapal Panama
Curi ikan di laut RI, WN Malaysia dan Myanmar dibui 1,5 tahun
Menko Indroyono pimpin Rakor Penanganan Ilegal Fishing