Menteri Susi berambisi RI jadi pengekspor produk salmon ke Jepang
Meski tidak memiliki ikan salmon, Menteri Susi yakin rencana ini bisa berjalan dengan bantuan investor.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta perusahaan-perusahaan asal Norwegia dapat berinvestasi mendirikan industri pengolahan ikan salmon di Indonesia. Selama ini ikan salmon tak ada di Indonesia sehingga dalam memenuhi permintaan dalam negeri harus impor dari Norwegia.
Menteri Susi mengungkapkan, selama ini, perusahaan pengolahan salmon asal Norwegia justru berinvestasi di negara tetangga seperti Vietnam dan Kamboja.
"Mereka nanti bawa mesin-mesin ke sini, orang kita yang kerjakan," ujarnya di Jakarta, Selasa (24/11).
Menurutnya, rencana mendirikan industri olahan ikan salmon dapat memberikan keuntungan di Tanah Air, misalnya produk tersebut bisa diekspor ke Jepang. Dia menambahkan, meski terjadi peningkatan impor salmon, namun hal ini merupakan bahan baku ekspor.
"Salmon kan bukan produk yang kita punya, dan itu untuk re-ekspor," ungkapnya.
Menteri Susi mengungkapkan permasalahan rencana ini terdapat pada proses izin masuk ikan salmon. Dia berjanji akan berkoordinasi untuk memperbaiki aturan tersebut.
"Ikan salmon baru bisa mendapat izin masuk setelah 3 hari, padahal industri pengolahan butuh cepat. Hal inilah yang menyebabkan Norwegia dan negara-negara lainnya masih belum mau mendirikan pabrik pengolahan ikan salmon di Indonesia," tutup dia.
Baca juga:
Menteri Susi tak puas ekspor ikan Indonesia hanya USD 4 M per tahun
Berdayakan makan ikan, Menteri Susi tak ingin anak Indonesia kontet
Pemerintah beri insentif untuk pengembangan industri olahan ikan
Genjot konsumsi protein, Susi minta peyek kacang diganti ikan
'Hanya negara terbelakang yang beri izin penangkapan ikan ke asing'
KKP bakal hitung ulang tarif pungutan hasil tangkap nelayan
Hingga kuartal III-2015, KKP catat tangkapan ikan capai Rp 91 T