Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Hanya negara terbelakang yang beri izin penangkapan ikan ke asing'

'Hanya negara terbelakang yang beri izin penangkapan ikan ke asing' Menteri Susi Pudjiastuti. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menegaskan hanya negara terbelakang yang menyerahkan pengelolaan sektor perikanan pada pihak asing. Maka dari itu, Menteri Susi menolak sikap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang mendukung kedatangan investor China dalam pengelolaan ikan di Tanah Air.

"Saya katakan saya tidak setuju. Saya meminta kepada Kadin, apresiasi nelayan kita. Hanya negara yang masih terbelakang yang memberikan izin tangkap ikan ke asing. Kalau negara mampu tidak boleh," ujar Menteri Susi kepada wartawan di rumah dinasnya, Jakarta, Kamis (19/11).

Permasalahannya, Menteri Susi mengatakan pihak asing hanya menjadikan investasi sebagai pintu masuk tindakan curang mereka. Pada akhirnya, investor asing ini akan juga melakukan penangkapan ikan ilegal.

"Kemudian dia (Kadin) bicara adalah biar saja perikanan tangkap untuk asing tinggal kita kawal sahamnya," tuturnya.

Dia meminta Kadin lebih mendukung nelayan lokal dan pertumbuhan stok ikan dalam negeri dibanding bergantung pada pihak asing. Pemerintah, lanjutnya, siap menggelontorkan anggaran infrastruktur hingga triliunan Rupiah dalam mendukung sektor perikanan.

"Kita akan gelontorkan Rp 4 triliun," ujarnya.

"Pak Yugi Prayanto sudah menikmati sebagai agen. Sekarang sudahlah berusaha yang benar. Saya minta kadin menjadi pengusaha yang benar. Dukung nelayan kita, bangun infrastruktur, beli ikan dari Indonesia. Penutupan izin kapal ikan asing akan menyebabkan perusahaan pengolahan ikan kita kekurangan pasokan. Saya bilang itu bohong.‎ Ikan kita banyak," tambah Menteri Susi.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP