Menteri Sudirman masih kaji harga layak untuk saham Freeport
"Kita akan minta Menko (Darmin) untuk fasilitasi pertemuan tiga menteri," ucap Menteri ESDM.
Menteri ESDM, Sudirman Said tengah membentuk tim kajian untuk membahas penawaran divestasi saham PT Freeport Indonesia sebanyak 10,64 persen yang dihargai sekitar USD 1,7 miliar. Tim ini merupakan gabungan beberapa kementerian yakni Kementerian ESDM, Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan.
"Kita akan minta Menko (Darmin) untuk fasilitasi pertemuan tiga menteri. Ada sinergi bagaimana menyikapi kesempatan ini," ujarnya di Jakarta, Selasa (2/2).
Menurut Sudirman, tim kajian tersebut akan menjalin koordinasi, sehingga pelaksanaan regulasi tetap terlaksana dengan baik dari segi waktu dan juga subtansi. Divestasi saham Freeport diwajibkan dan tertulis dalam aturan Peraturan Pemerintah nomor 77 tahun 2014.
"Artinya pemerintah secara kolektif harus membentuk keputusan," jelas dia.
Di lain hal, Sudirman memaklumi harga yang telah ditawarkan Freeport untuk 10,64 persen yaitu USD 1,7 miliar. Dia menggambarkan, seorang penjual akan menjual dengan harga setinggi-tingginya dan pembeli akan menawar serendah-rendahnya.
Meski, beberapa pihak menyatakan penawaran saham Freeport Indonesia terlalu mahal. Namun, Sudirman tetap optimis bahwa pemerintah akan mengambil kesempatan ini sehingga porsi negara di perusahaan tambang tersebut akan lebih besar.
"Memperkuat kehadiran kita sebagai pemegang saham. Jadi yang 9,36 persen bisa ditingkatkan menjadi 20 persen dan pada waktunya akan menjadi 30 persen," tutupnya.
Baca juga:
Menteri ESDM menilai terlalu dini sebut harga saham Freeport mahal
Freeport tak akan mau bangun smelter kalau kontrak tak diperpanjang
Isyaratkan tak bisa penuhi syarat, Freeport tetap yakin boleh ekspor
ESDM: Kami tak punya bayangan hentikan operasi Freeport
Sudirman Said: Freeport tetap boleh ekspor tapi kena bea keluar
5 Pembelaan Menteri Sudirman jika kontrak Freeport tak diperpanjang