Menteri Rini mau saham Freeport jika harga cocok
Sejauh ini, ada dua BUMN yang sudah disiapkan untuk mencaplok saham divestasi ini.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menolak membeli saham divestasi Freeport jika perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut mematok harga terlalu tinggi. Sejauh ini, ada dua BUMN yang sudah disiapkan untuk mencaplok saham divestasi ini.
"Kalau harga terlalu tinggi ya tidak bisa kita lakukan," kata Rini dalam Focus Group Discussion (FGD) Roadmap BUMN 2015-2019 di KM Kelud, Jumat (20/11).
Dia menambahkan, perkembangan divestasi ini masih dalam tahap penyampaian surat pemberitahuan dari perusahaan asal Amerika Serikat tersebut. Saat ini, pemerintah baru memiliki 9,36 persen saham Freeport.
"Kami berminat kalau ada divestasi dari Freeport," imbuh Rini.
Sementara itu, dua perusahaan pelat merah yang akan menyerap saham divestasi Freeport Indonesia adalah Inalum dan Antam. "Inalum sudah siapkan, tapi belum tahu harganya, penjual (Freeport Indonesia) belum berikan harga," jelasnya.
Meski begitu, kata Menteri Rini, belum ada hitungan dana yang akan dikeluarkan perusahaan milik negara untuk menyerap divestasi perusahaan tambang raksasa itu.
Baca juga:
Setya Novanto segera ambil langkah hukum lawan Menteri Sudirman Said
Setnov minta Komisi I selidiki bocornya rekaman kontrak Freeport
Setya Novanto: Saya merasa dizalimi!
Kasus Setnov, parpol pendukung pemerintah wacanakan Pansus Freeport
4 Anggota DPR buat mosi tak percaya untuk Setnov terkait Freeport
Soal pencatutan, MKD buka peluang panggil Jokowi-JK
MKD putuskan hasil verifikasi laporan Menteri ESDM soal Setnov Senin