Menteri Rini masih kaji penambahan 2 direksi Pertamina
Usulan penambahan dua direksi tersebut disebabkan banyak kegiatan hulu dan hilir.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tengah mengkaji rencana PT Pertamina (Persero) untuk menambah posisi Wakil Direktur Utama dan Direktur Megaproyek Pengolahan Petrokimia.
"Belum, itu lagi kami kaji karena itu banyak perubahan," kata Rini di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/9).
Menurutnya, usulan penambahan dua direksi dilandasi banyaknya kegiatan yang dilakukan oleh BUMN Energi tersebut, yakni sektor hulu dan hilir.
"Pertamina itu ada dua aktivitas yang paling utama. Satu mengenai hilir yaitu marketing ritel, elpiji dan macam-macam. Satu lagi pengembangan hulu maupun proses hulunya. Itu dua hal yang sangat penting yang perlu penanganan khusus," jelasnya.
Sebelumnya, melalui surat yang dikirimkan oleh Dewan Komisaris PT Pertamina kepada Rini Soemarno, alasan usulan perubahan struktur dan penambahan direksi karena kompleksitas bisnis yang ditangani perusahaan pelat merah ini semakin meningkat.
Surat itu menuliskan bahwa Dewan Komisaris mengusulkan penambahan dua orang direksi yakni Wakil Direktur Utama untuk Hilir dan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Direktur Megaproyek Pengolahan Petrokimia. Wakil Direktur Utama akan bertindak selaku Chief Operating Officer (COO) pada sektor hilir dan EBT sekaligus memimpin dan mengordinasikan Direktur Marketing & Retail, Direktur Pengolahan, dan SVP EBT.
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia akan memimpin dana mengarahkan kegiatan megaproyek pengembangan berskala nasional di sektor pengolahan dan petrokimia serta bertanggung jawab secara keseluruhan atas pelaksanaan proyek secara tepat waktu, tepat kualitas, dan efisien.
Saat ini jajaran direksi pertamina adalah Direktur Utama Dwi Soetjipto, Direktur Hulu Syamsu Alam, Direktur Gas, Energi Baru dan Terbarukan Yenni Andayani, Direktur Pengolahan Rachmad Hardadi, Direktur Pemasaran Ahmad Bambang, Direktur Keuangan Arief Budiman, dan Direktur SDM dan Umum Dwi Wahyu Daryoto.
Baca juga:
Tongkang dipenuhi gas beracun, polisi sulit ungkap penyebab ledakan
Dikabarkan bakal gantikan Rini Soemarno, ini tanggapan Dwi Soetjipto
Rini bantah temui Jokowi bahas pengangkatan kembali Arcandra Tahar
Beda lini bisnis, akuisisi PGE oleh PLN sangat beresiko
Tongkang isi ribuan ton BBM meledak, 1 orang tewas dan 1 kritis
Raup untung besar dari jualan BBM, Pertamina & Luhut dipanggil DPR
Bos Pertamina masih kaji besaran harga gas yang bisa diturunkan