Menteri Rini geram BUMN banyak miliki anak usaha
Banyak BUMN tidak fokus mengurusi bisnis utamanya karena memiliki sejumlah anak usaha.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan meningkatkan kinerja dan aktivitas perusahaan milik negara. Selama ini, banyak BUMN tidak fokus mengurusi bisnis utamanya karena memiliki sejumlah anak usaha.
Menteri BUMN Rini Soemarno mencontohkan, beberapa BUMN memiliki anak perusahaan dalam bentuk rumah sakit. Anak usaha rumah sakit ini bahkan angkanya mencapai lebih dari 70 unit.
Untuk meningkatkan kinerja para BUMN induk ini, dia berencana akan mengalihkan pengelolaan rumah sakit tersebut kepada operator tertentu. Sebab, Menteri Rini khawatir konsentrasi BUMN akan terpecah dengan pengelolaan anak perusahaan yang bukan merupakan bisnis intinya.
"Kita melihat, kalau BUMN yang corenya bukan di kesehatan, akhirnya waktunya bisa terbagi dengan mengurusi rumah sakit yang bukan core bisnisnya. Jadi kita ingin memfokuskan core bisnisnya sampe hilirisasinya sampe ke lokal konten," ungkapnya di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (28/5).
Walaupun menggunakan operator, kepemilikan rumah sakit tidak akan berpindah tangan. Sebab, tugas operator ini hanya melakukan manajerial terhadap kerja-kerja rumah sakit.
Menteri Rini berpandangan Rumah Sakit Pertamina paling siap menjadi operator pengelola sejumlah rumah sakit milik BUMN lainnya. "Kalau dilihat dari sekarang, yang paling teruji dan sudah menjadi operator dari beberapa rumah sakit, rumah sakit Pertamina. Kemungkinan besar adalah tim dari sana, Pertamina Medica yang akan jadi operatornya," tegas Rini.
Direktur Utama PT Pertamina Persero Dwi Soecipto menyakini anak perusahaannya akan siap untuk mengelola seluruh rumah sakit milik BUMN. Karena selama ini telah berpengalaman dalam mengoperasikan rumah sakit.
"Saya kira siap. Pertamina Medica siap karena selama ini sudah berpengalaman memanage, mengoperasikan rumah sakit-rumah sakit yang ada di unitnya Pertamina," tutupnya.
Baca juga:
BUMN dapat utang USD 2 miliar dari Bank Pembangunan Jerman
Akuisisi perusahaan teknologi digital, Peruri siapkan Rp 150 miliar
Pertamina gandeng Pelindo dan ASDP siapkan cadangan BBM untuk feri
Jokowi minta gubernur tak ragu-ragu suntik modal ke BPD
Jokowi kaget aset BUMN Rp 4.500 triliun