Menteri PU Ungkap Proyek Irigasi Cikeusik Rampung Desember 2025: Dorong Swasembada Pangan Nasional
Menteri PU Dody Hanggodo tegaskan percepatan peningkatan jaringan irigasi Cikeusik di Jawa Barat demi swasembada pangan. Proyek vital ini rampung Desember 2025!
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo baru-baru ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Salah satu upaya strategis yang ditekankan adalah percepatan penyelesaian proyek peningkatan jaringan Daerah Irigasi (DI) Cikeusik di Jawa Barat. Proyek vital ini diharapkan dapat rampung sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
Peningkatan jaringan irigasi Cikeusik merupakan bagian integral dari program Astacita Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada ketahanan pangan. Rehabilitasi ini bertujuan mengembalikan fungsi dan kapasitas saluran irigasi, memastikan pasokan air memadai bagi lahan pertanian. Lokasi pekerjaan mencakup area penting di Kabupaten Cirebon dan Kuningan.
Proyek ini telah dimulai sejak 25 Maret 2025 dan direncanakan selesai pada 19 Desember 2025. Dody Hanggodo menekankan pentingnya pekerjaan ini dilakukan secara tepat waktu dan tepat mutu, tanpa mengganggu musim tanam ketiga (MT III) petani setempat. Ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan aktivitas pertanian.
Meningkatkan Produktivitas Pertanian Melalui Irigasi Cikeusik
Pekerjaan peningkatan jaringan irigasi DI Cikeusik dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung. Fokus utama proyek ini adalah mengembalikan fungsi dan kapasitas saluran irigasi. Hal ini krusial untuk memenuhi kebutuhan pengairan bagi lahan pertanian di Kabupaten Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat.
Secara spesifik, lokasi pekerjaan meliputi Desa Pabuaran Kidul Kecamatan Pabuaran, Desa Bojongnegara Kecamatan Ciledug di Kabupaten Cirebon. Selain itu, proyek juga menjangkau Desa Jatimulya Kecamatan Cidahu di Kabupaten Kuningan. Penanganan saluran induk Maneungteung Timur sepanjang 3.260 meter menjadi bagian penting, dengan manfaat layanan mencapai 288 hektare lahan pertanian. Saluran Maneungteung Kepala sepanjang 202 meter juga termasuk dalam lingkup pekerjaan.
Selain dampak langsung pada peningkatan produktivitas pertanian, proyek irigasi Cikeusik ini juga memberikan manfaat ekonomi lokal yang signifikan. Tercatat, proyek ini berhasil menyerap 137 tenaga kerja lokal. Pemberdayaan pemasok material setempat juga menjadi prioritas, menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah sekitar.
Sinergi Pengendalian Banjir dan Dukungan Pertanian
Di samping proyek irigasi Cikeusik, Menteri Dody Hanggodo juga menyoroti pekerjaan penguatan tebing Sungai Cisanggarung dan Babakan. Sungai ini berada di perbatasan Kuningan, Cirebon (Jawa Barat), dan Brebes (Jawa Tengah). Proyek penguatan tebing ini telah dimulai sejak tahun 2024 dan ditargetkan selesai pada tahun 2026.
Pekerjaan yang dilakukan meliputi normalisasi sungai, pembangunan turap beton, tanggul tanah, bronjong, revetment, retaining wall, krip beton, serta kolam retensi. Tujuan utama dari pekerjaan ini adalah bagian dari upaya pengendalian banjir yang komprehensif. Ini juga untuk mengendalikan kondisi sungai agar dapat berfungsi optimal dalam menampung air debit banjir, mengurangi risiko luapan.
Pekerjaan penanganan banjir Sungai Cisanggarung sepanjang 7 kilometer ini memiliki korelasi langsung dengan Daerah Irigasi Cikeusik. Dengan mengurangi risiko banjir di wilayah hilir, lahan pertanian yang dilayani oleh DI Cikeusik akan lebih terlindungi. Harapannya, saat terjadi banjir, air tidak akan melimpas hingga ke area DI Cikeusik, sehingga risiko gagal panen dapat diminimalisir secara signifikan.
Sumber: AntaraNews