Menteri PU Targetkan Penanganan Longsor Ruas Jalan Medan-Berastagi Rampung Desember 2025
Menteri PU Dody Hanggodo menargetkan proyek penanganan longsor Medan-Berastagi selesai Desember 2025 demi kelancaran lalu lintas Nataru dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi longsor di ruas jalan Medan–Berastagi, tepatnya di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan target penyelesaian pekerjaan penanganan longsor pada awal Desember 2025. Target ini ditetapkan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.
Dody Hanggodo, didampingi anggota DPR RI Muhammad Lokot Nasution, menegaskan pentingnya penyelesaian proyek ini tepat waktu. Jalur strategis ini sangat vital bagi masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan pariwisata di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penanganan longsor harus tuntas sebelum masa libur akhir tahun.
Peninjauan ini juga melibatkan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN) Sumatera Utara Hardy Siahaan dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Feriyanto Pawenrusi. Fokus utama adalah dua titik dengan kondisi tebing curam yang rawan longsor, yang kini ditangani dengan teknologi khusus.
Target dan Urgensi Penanganan Longsor Medan-Berastagi
Menteri Dody Hanggodo menekankan bahwa penyelesaian pekerjaan penanganan longsor ini harus tepat waktu. “Kami berharap pekerjaan ini tuntas di Desember 2025,” ujarnya saat meninjau lokasi. Hal ini krusial agar arus lalu lintas pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan lancar dan aman.
Jalur Medan–Berastagi memiliki peran strategis yang sangat vital bagi masyarakat. Jalan ini menopang berbagai aktivitas penting seperti ekonomi, sosial, dan pariwisata. Oleh karena itu, penyelesaian proyek penanganan longsor sebelum Natal dan Tahun Baru menjadi prioritas utama pemerintah.
Kondisi geografis di kawasan tersebut, khususnya tebing yang memiliki kemiringan curam, menjadikan area ini sangat rawan longsor. Penanganan yang komprehensif dan cepat diperlukan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang. Pemerintah berkomitmen penuh untuk mengatasi tantangan ini.
Progres dan Teknologi Khusus Penanganan Longsor
Hingga saat ini, progres pekerjaan penanganan longsor di ruas jalan Medan–Berastagi telah mencapai sekitar 70 hingga 74 persen. Angka ini menunjukkan kemajuan signifikan menuju target penyelesaian awal Desember 2025. Percepatan pengerjaan terus diupayakan oleh tim di lapangan.
Penanganan dua titik utama yang menjadi fokus menggunakan teknologi khusus yang didatangkan dari Eropa. Teknologi ini mencakup struktur tiang penahan yang diimpor, dirancang untuk memperkuat stabilitas tebing. Penerapan teknologi canggih ini diharapkan memberikan solusi jangka panjang bagi penanganan longsor.
Proses pengeboran dan pemasangan pelindung tebing dilakukan oleh tenaga kerja yang bekerja di ketinggian. Medan yang curam dan berbatu menambah kompleksitas pekerjaan ini. Oleh karena itu, keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan proyek penanganan longsor ini.
Alokasi Anggaran dan Titik Rawan Prioritas
Tercatat ada 21 titik rawan longsor di sepanjang jalur Medan–Berastagi yang memerlukan perhatian serius. Dari jumlah tersebut, 12 titik telah ditetapkan sebagai prioritas penanganan pada tahun ini. Fokus pada titik-titik ini diharapkan dapat mengurangi risiko longsor secara signifikan.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp21,7 miliar khusus untuk penanganan 12 titik prioritas tersebut. “Sekitar Rp21,7 miliar untuk 12 titik, progres yang sudah sekitar 74 persen, jadi insya Allah selesai awal Desember sebelum Natal dan Tahun Baru,” kata Dody. Dana ini memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai.
Meskipun dana saat ini mencukupi, Menteri Dody menyatakan bahwa apabila diperlukan tambahan anggaran untuk percepatan, pihaknya akan mengajukan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan proyek penanganan longsor ini berjalan lancar. Tujuannya adalah menjaga konektivitas antar wilayah tetap terjaga.
Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Musim Hujan
Selain fokus pada penanganan longsor di Medan–Berastagi, Kementerian PUPR secara nasional juga meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi potensi musim hujan yang akan datang di berbagai wilayah Indonesia. Kesiapsiagaan ini mencakup berbagai upaya mitigasi.
Kementerian PUPR menyiagakan satuan tugas (satgas) dan peralatan penanganan darurat di sejumlah wilayah yang dianggap rawan bencana. Persiapan ini bertujuan untuk respons cepat jika terjadi bencana hidrometeorologi. Ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko bencana di seluruh Indonesia.
Dody menegaskan bahwa ketersediaan dana saat ini mencukupi untuk berbagai program penanganan darurat. Namun, ia juga menyatakan kesiapan untuk mengajukan dana tambahan jika diperlukan untuk percepatan. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan konektivitas antar wilayah tetap terjaga di seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews