Menteri PU: Floodway Sikambing-Belawan Solusi Permanen Atasi Banjir di Medan
Menteri PU optimistis Floodway Sikambing-Belawan, proyek Rp66 miliar, akan rampung akhir November 2023, menjadi solusi permanen atasi banjir di Medan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Floodway Sikambing-Belawan adalah langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir di Kota Medan. Proyek infrastruktur ini dirancang khusus untuk mengurangi dampak genangan air yang sering melanda wilayah Kecamatan Medan Selayang dan Kecamatan Medan Sunggal. Peninjauan langsung oleh Menteri Dody pada hari Sabtu menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam menyelesaikan masalah kronis ini.
Pembangunan Floodway Sikambing-Belawan diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat yang terdampak banjir. Dengan adanya saluran pengendali banjir ini, aliran air dari Sungai Sikambing akan dialihkan dan diatur menuju Sungai Belawan secara lebih efektif. Hal ini krusial untuk mencegah luapan air saat intensitas hujan tinggi, yang selama ini menjadi penyebab utama banjir di kawasan tersebut.
Menteri Dody Hanggodo menyatakan keyakinannya bahwa setelah proyek ini rampung, kedua kecamatan tersebut tidak lagi akan mengalami banjir signifikan. "Insya Allah setelah floodway selesai, Medan Selayang dan Medan Sunggal tidak lagi mengalami banjir," ujarnya. Optimisme ini didasari oleh perencanaan matang dan progres pembangunan yang kini telah mendekati tahap penyelesaian.
Target Rampung dan Anggaran Proyek Floodway Sikambing-Belawan
Proyek pembangunan Floodway Sikambing-Belawan ini menelan anggaran yang tidak sedikit, mencapai Rp66 miliar. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun anggaran 2023–2025. Pelaksanaan proyek vital ini dipercayakan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan sumber daya air.
Floodway ini memiliki panjang sekitar 1,1 kilometer, dirancang untuk mengoptimalkan kapasitas pengaliran air. Meskipun direncanakan selesai dalam dua tahun, proyek ini sempat menghadapi kendala. "Proyek ini direncanakan dua tahun, namun sempat terkendala pembebasan lahan," ungkap Dody Hanggodo.
Namun demikian, kendala tersebut berhasil diatasi, dan progres pembangunan kini sudah mendekati penyelesaian. Menteri Dody berharap proyek ini dapat rampung sepenuhnya pada akhir November 2023. Penyelesaian tepat waktu sangat penting untuk segera memberikan manfaat kepada masyarakat.
Koordinasi Pemerintah dan Harapan Masyarakat
Pemerintah pusat tidak bekerja sendiri dalam upaya penanggulangan banjir ini. Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kota Medan. Koordinasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penataan kawasan bantaran sungai hingga edukasi kepada masyarakat.
Edukasi masyarakat sangat penting untuk menjaga kebersihan aliran sungai dan mencegah tumpukan sampah yang dapat menghambat fungsi floodway. Keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sungai akan memastikan keberlanjutan fungsi infrastruktur ini. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci keberhasilan jangka panjang program ini.
Dengan rampungnya Floodway Sikambing-Belawan, diharapkan aktivitas sehari-hari masyarakat tidak lagi terganggu oleh ancaman banjir. "Kami berharap setelah proyek ini selesai, aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu akibat banjir," tutur Dody. Keberadaan floodway ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga di Medan Selayang dan Medan Sunggal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Sumber: AntaraNews