Menteri ESDM: Ada pelanggan PLN yang pakai 450 VA punya kontrakan 10
Subsidi diberikan pemerintah hanya kepada golongan tidak mampu yang saat ini masih banyak di Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengaku jika langkah pencabutan subsidi sejumlah pelanggan golongan 900 VA dan 450 VA karena dinilai pemberian bantuan banyak tidak tepat sasaran. Dia menjelaskan bahwa dirinya mendapat laporan pelanggan 450 VA ternyata punya usaha kontrakan 10 unit.
"Kita tahu semua, pelanggan PLN yang pakai 900 VA itu, bahkan yang pakai 450 VA punya kontrakan 10 biji, kemudian itu dijadikan sebagai fasilitas. Makanya subsidi yang digeser itu subsidi yang tidak tepat sasaran. Subsidi tetap kita berikan kepada orang-orang yang betul-betul berhak," ujarnya saat kepada wartawan di Kantornya, Jakarta, Jumat (18/3).
Pemerintah, lanjutnya, mendukung adanya langkah strategis Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam mengeluarkan kebijakan tersebut. Menurutnya, subsidi diberikan pemerintah hanya kepada golongan tidak mampu yang saat ini masih banyak di Indonesia.
"Kenapa diberhentikan karena tentu sebagian masyarakat kondisinya masih ada yang berat," kata Menteri Sudirman.
Seperti diketahui, Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menuturkan, jika subsidi 18 juta pelanggan tersebut telah dicabut maka tarif listrik akan mengikuti golongan 1.300 VA.
PLN akan mulai melaksanakan kebijakan ini pada Juli mendatang. Penyisiran akan diselesaikan perseroan pada Juni.
Baca juga:
PLN gratiskan penambahan daya listrik pelanggan 450 VA dan 900 VA
Juni 2016, Pengguna 900 VA bakal dipangkas hingga 18 juta pelanggan
DPR: Listrik subsidi 450-900 VA harus tetap ada untuk rakyat miskin
Hari ini, PLN mulai data pelanggan penerima subsidi listrik
Pro dan kontra pencabutan subsidi listrik 23 juta pelanggan miskin
2017, Bos PLN sebut penerima subsidi listrik murni rakyat miskin
PLN: Dari 22 juta pelanggan 900 VA, hanya 4 juta layak dapat subsidi