Menteri Basuki ibaratkan penghuni apartemen dekat stasiun seperti orang kaya
Perum Perumnas dan PT KAI bekerja sama dalam pembangunan rumah susun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok. Proyek pembangunan TOD Pondok Cina ini dinilai juga menjadi usaha pemerintah guna mengebut program satu juta rumah.
Perum Perumnas dan PT KAI bekerja sama dalam pembangunan rumah susun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok. Proyek pembangunan TOD Pondok Cina ini dinilai juga menjadi usaha pemerintah guna mengebut program satu juta rumah.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimulyono menegaskan pembangunan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi semua masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah.
"Saya kira kalau kita berdiam di TOD-TOD ini, sudah jadi orang kaya. Kita turun mau pergi dijemput kereta api. Tidak main-main itu. Konglomerat. Ini rakyat yang punya kereta api. Full AC," ungkapnya di Stasiun Pondok Cina, Depok, Senin (2/10).
Direktur Utama Perum Perumnas, Bambang Triwibowo pun yakin bahwa pertumbuhan hunian berkonsultasi TOD tentu dapat mendorong penurunan angka kemacetan dan polusi.
Tak hanya itu, Bambang juga menegaskan bahwa TOD dapat menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat akan ketersediaan sarana transportasi yang murah, nyaman, dan cepat.
"Ibaratnya kami, kalau buka pintu rumah langsung buka pintu kereta. Kemudian transportasinya sampai Jakarta cuma 4.500. Sekitar 35 menit sampai Jakarta. Bayangkan kalau macet seperti apa," kata Bambang.
Baca juga:
Selain Pondok Cina, Pemerintah siapkan 9 lokasi apartemen di stasiun Jabodetabek
Menteri Rini irit bicara terkait surat penolakan divestasi saham Freeport
Hingga Agustus 2017, PTPP bukukan laba bersih Rp 836 miliar
Menteri Rini minta 30 persen apartemen Stasiun Pondok Cina diberikan ke MBR
PGN Tak bisa monopoli, harga gas ke pelanggan ditentukan menteri ESDM
Dukung angkutan logistik, ASPD datangkan 54 kapal dalam lima tahun