LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Bambang beberkan penyebab lulusan SMK saat ini tak laku

Menteri Bambang beberkan penyebab lulusan SMK saat ini tak laku. Menteri Bambang mengakui saat ini pendidikan kejuruan di Indonesia belum terlalu berkualitas. Lulusan yang dihasilkan pun tidak mampu bersaing di dunia kerja atau bahkan tidak diserap oleh dunia kerja.

2017-07-11 17:18:45
Tenaga Kerja
Advertisement

Pemerintah memperkirakan, pada kurun waktu 2020-2030, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Artinya jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedangkan jumlah usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak. Keadaan ini akan sangat menguntungkan bagi Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan perlu dibuat persiapan matang untuk menyongsong bonus demografi tersebut. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk mendapatkan SDM yang baik, maka pemerintah akan fokus pada pendidikan di sekolah-sekolah kejuruan agar dapat menghasilkan calon tenaga-tenaga kerja berkualitas juga calon pengusaha.

"Mulai tahun ini kita akan fokus di pendidikan kejuruan atau pendidikan vokasi. Bukan hanya calon tenaga kerja yang berkualitas tapi juga menciptakan entepreneur yang bisa buat lapangan kerja dan rekrut orang lain," ungkapnya di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (11/7).

Dia pun mengakui saat ini pendidikan kejuruan di Indonesia belum terlalu berkualitas. Lulusan yang dihasilkan pun tidak mampu bersaing di dunia kerja atau bahkan tidak diserap oleh dunia kerja.

"Sebagian besar guru (Sekolah kejuruan) tidak pernah magang di perusahaan yang nantinya akan mempekerjakan lulusan. Selain itu, sebagian besar guru tidak terekspos dengan teknologi terbaru, sehingga yang dia ajarkan adalah teknologi waktu dia belajar dulu," tukasnya.

Keadaan inilah yang kemudian menyebabkan pelajar yang lulus dari sekolah kejuruan menjadi tidak mampu memenuhi kriteria yang diinginkan dunia usaha yang merekrut. "Perusahaan tentu tidak ingin keluar biaya tambahan dalam merekrut pegawainya, jadi kalau dia rekrut orang harus training lagi itu additional cost," pungkasnya.

Baca juga:
Genjot daya saing pekerja, Menko Puan buat program revitalisasi SMK
Menko Puan sebut 63 persen tenaker Indonesia masih lulusan SMP
Disnaker Sidoarjo amankan pekerja asal Taiwan tak punya izin tinggal
Miris, lebih dari setengah tenaga kerja RI cuma lulusan SMP
Disnaker nilai warga Bekasi terlalu selektif memilih pekerjaan
Dede Yusuf sebut selingkuh sekantor lebih bahaya dibanding nikah
Disnaker duga PJTKI di Bekasi meningkat akibat eksodus dari Jakarta

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.