Menteri Bambang beberkan cara dongkrak ekonomi daerah
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengingatkan pemerintah daerah untuk mengedepankan pembentukan dan pengelolaan birokrasi yang efektif dan efisien serta belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berkualitas.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengingatkan pemerintah daerah untuk mengedepankan pembentukan dan pengelolaan birokrasi yang efektif dan efisien serta belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berkualitas.
"Dua hal tersebut, sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ucap Bambang dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Pusat dan Daerah Regional 1 di Batam seperi keterangannya, Rabu (22/2).
Rakor ini sekaligus menjadi forum antara pusat dan daerah untuk melakukan pembahasan terkait prioritas nasional dalam rangka mendukung sasaran pembangunan sekaligus sebagai masukan awal dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Dari pengamatannya, Bambang mengatakan selama ini kepala-kepala daerah berprestasi merupakan kepala daerah yang tidak pernah mengeluh mengenai dana transfer ke daerah. Mereka menerima berapa pun transfer yang dialokasikan pemerintah pusat dan menggunakannya sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat.
Namun, dengan keterbatasan anggaran, kepala daerah berprestasi melalukan inovasi kebijakan dan program untuk kepentingan dan kesejahteraan masayarakat. Untuk itu, Bambang meminta kepada kepala daerah untuk mengedepankan beragam inovasi kebijakan dalam masa kepemimpinannya.
“Selain kerapihan administrasi, inovasi kebijakan dan program juga tidak kalah pentingnya,” kata Bambang.
Dalam Rakor ini, Menteri Bambang juga menjelaskan Penyusunan RKP 2018 yang mengusung tema 'Memacu Investasi dan Infrastruktur untuk Pertumbuhan dan Pemerataan' didasarkan pada kebijakan money follows program yang dilaksanakan melalui pendekatan perencanaan Tematik, Holistik, Integratif dan Spasial.
Pendekatan perencanaan tersebut perlu diperkuat dengan peran pemerintah provinsi sebagai wakil pemerintah pusat di daerah dengan tujuan untuk mewujudkan integrasi perencanaan antara pusat (RKP) dan daerah (RKPD), integrasi penganggaran antara pusat (APBN) dan daerah (APBD), serta penguatan perencanaan spasial (kesiapan dan keakuratan lokasi pembangunan).
Selain itu, dalam Rakortek ini, turut dipaparkan hasil simulasi Kementerian PPN/Bappenas terkait sejumlah indikator ekonomi makro dan target pembangunan pada 2018. Beberapa poin yang turut dibahas, antara lain target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1 persen, target tingkat kemiskinan sebesar 9-10 persen, target tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,3-5,5 persen, dan target rasio gini sebesar 0,38.
Fokus penanggulangan kemiskinan terletak pada penduduk berpendapatan 40 persen terbawah. Tiga sektor prioritas yang akan ditingkatkan peranannya terhadap pertumbuhan dan penciptaan lapangan pekerjaan adalah industri pengolahan, pariwisata, dan pertanian. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, akan mengimplementasikan dua upaya utama sebagai langkah konkret untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca juga:
Pemerintah siapkan Perppu agar rekening bank bisa diakses
Tumbuh tertinggi, kontribusi sektor keuangan pada ekonomi terus naik
2017, pemerintah kebut pembangunan 5 jalan tol senilai Rp 50,9 T
Ini harapan Jokowi saat Indonesia jadi anggota OECD
Bos BI klaim UU PPKSK selamatkan Indonesia dari krisis global
PLN buka banyak lowongan kerja, tes dilakukan di 7 kota
Bos BI sebut banjir bakal berpengaruh terhadap inflasi