2017, pemerintah kebut pembangunan 5 jalan tol senilai Rp 50,9 T
Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyaksikan penandatanganan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) untuk pembangunan lima ruas jalan tol. Rencananya, pembangunan kelima ruas jalan tol tersebut akan dikebut tahun ini.
"Lima jalan tol yang tadi disampaikan dan ditandatangani nota kesepahamannya adalah proyek yang mendapatkan penjaminan bersama atas risiko politik, antara Kemenkeu dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII)," ujar Menteri Sri di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/2).
Ada pun penandatangan lima jalan tol tersebut yakni Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Jalan Tol Kuala Namu–Tebing Tinggi-Parapat, Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).
Kemudian Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regress untuk Jalan Tol Serang–Panimbang dan Jalan Tol Cileunyi–Sumedang– Dawuan. Serta Penandatanganan Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regress untuk jalan Tol Jakarta–Cikampek II (Elevated) dan Jalan Tol Krian–Legundi–Bunder–Manyar.
Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan, nilai investasi dari lima proyek tersebut adalah Rp 50,9 triliun, untuk pembangunan tol sepanjang 362,02 kilometer. Nantinya, pembiayaan proyek ini akan dilakukan oleh swasta dan badan usaha dengan mendapat jaminan pemerintah dalam bentuk keamanan serta kenyamanan terhadap berbagai risiko.
"Risiko bisa dalam bentuk ketidakpastian tarif, bisa dalam bentuk adanya vialibility atau belum mencukupinya feasibility dari sisi keuangan, atau bisa juga yang disebut availability payment. Kami memberikan berbagai macam bentuk jaminan, sehingga walaupun dalam APBN tidak dikeluarkan anggaran, namun secara eksplisit pemerintah memberikan jaminan," ungkapnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya