Mentan: Koperasi pangan bisa antar pesanan langsung ke konsumen
Hal itu untuk memudahkan antara koperasi dan pedagang.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku bakal memperkuat teknologi informasi buat mendukung koperasi pangan. Hal itu untuk memudahkan antara koperasi dan pedagang.
"Jadinya kalau penghubung antara koperasi dan pedagang. Bisa kita perkuat teknologinya. Tinggal pencet langsung kirim ke lokasi, model kayak Go-Jek begitu, koperasi kirim ke alamat pedagang dimana, kita buat seperti ini nanti, ada tim IT dari kami," ujar Amran di Jakarta, Senin (30/5).
Peluncuran program koperasi pangan merupakan penghubung distribusi antara petani, pedagang dan konsumen. Kementerian Pertanian mengklaim hadirnya koperasi pangan mampu memotong distribusi pangan selama ini.
"Ini kan terkait biaya transport. Biaya transport itu ditanggung konsumen. Itu membuat harga menjadi mahal. Dengan kedekatan, misalnya Jakarta kebutuhan 3 juta ton per tahun, pemenuhan kebutuhan bisa dari Jabar yang produksinya bisa 5-6 juta ton per tahun. Dia tinggal kirim ke tiap-tiap koperasi dan langsung dekat dengan masyarakat," kata Amran.
Amran berharap peluncuran koperasi pangan mampu bersinergi dengan program pemangkas rantai distribusi yang sudah ada, yaitu Toko Tani Indonesia (TTI). Menurut dia, pada jaringan kelompok TTI bakal direplikasi dengan koperasi pangan.
"Jadi sekarang ini kita perluas Toko Tani Indonesia (TTI) fokus Jabodetabek. Kita memperluas jaringan, Allhamdulliah Menkop, kami bicara tadi malam langsung kami minta tindaklanjuti soal koperasi pangan ini," jelas dia.
Amran menambahkan dengan adanya peluncuran koperasi pangan ditargetkan TTI yang bersinergi dengan koperasi pangan mencapai 1.000 unit pada tahun.
"Kalian sudah lihat kan bawang Rp 22.000 - Rp 24.000 per Kg dan beras Rp 7.500 per liter dijual di TTI. Responnya bagus. Sekarang TTI sudah ada 400-an, kita targetkan ada 1.000 TTI tahun. Dengan kerja sama ini, TTI akan langsung kita replikasi menjadi koperasi," pungkas dia.
Baca juga:
Kementan gandeng koperasi pangkas rantai distribusi pangan
Asosiasi pangan tekan pakta integritas cegah praktik kartel
KPPU: Menahan pasokan pangan didenda Rp 25 miliar
Kementan: Ada masalah tata niaga bikin harga bawang merah tinggi
Ini isi nota kesepahaman solusi masalah bisnis ayam nasional
KPPU duga ada 2 perusahaan ikut mainkan harga unggas
Mentan Amran sesumbar habisi mafia beras yang selalu buat kisruh