Mentan Amran klaim telah sukses stabilkan harga pangan & tekan impor
"Setelah produksi Februari lalu belum ada impor beras, harga sudah stabil industri dan petani," ucap Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman kembali 'unjuk gigi' mengklaim prestasi yang sudah dicapai kementerian sekitar sepuluh bulan di bawah kepemimpinannya. Sesumbar dia mengatakan telah sukses menstabilkan harga kebutuhan pangan masyarakat.
Tidak hanya itu, Amran juga menyebut pihaknya bisa menjamin tidak akan ada impor, mulai dari beras, bawang merah, jagung dan juga tomat.
"Setelah produksi Februari lalu belum ada impor beras, harga sudah stabil industri dan petani itu berkat kerja keras," ujar dia di kantornya, Jakarta, Rabu (26/8).
Namun demikian, Amran mengakui beberapa waktu lalu harga bawang merah sempat melonjak tajam hingga 36 persen. Namun, dia langsung turun ke lumbung bawang merah Indonesia dan mampu menekan kenaikan harga.
"Kemudian masuk Ramadan ketemu bawang merah harga naik 36 persen kita putuskan impor waktu itu sebelum satu minggu sebelum lebaran, cek lumbung bawang merah di Indonesia (brebes) harga kami temukan di tingkat petani hanya Rp 7.000, kami langsung beli 100 ton masuk Kramat Jati, baru diumumkan jual, bawang merah murah, besoknya ke Bima jauh lebih murah lagi dan harga stabil dan akhirnya tidak jadi impor," jelas dia.
Bahkan pihaknya menargetkan dapat mengekspor bawang merah sebanyak 3.000 ton sepanjang tahun ini, di mana saat ini Indonesia sudah mampu mengekspor 1.300 ton.
"Ekspor bawang merah 1.300 ton target 3.000 ton dan jagung 400.000 ton juga akan di ekspor kelima negara salah satunya Thailand," ungkapnya.
Sebelumnya, Amran juga membanggakan kinerja kementeriannya. Dia kala itu menyebut telah sukses mencetak sejarah.
"Sembilan bulan ini suka duka pertanian, dan kita telah menunjukkan capaian yang menggembirakan. Diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa produksi padi jagung kedelai atau 7 komoditas meningkat, dan ini pertama terjadi di sepanjang sejarah," ujarnya di kantornya, Jakarta, Kamis (23/7).
Dia mengakui, capaian itu hasil kerja keras dari pegawai-pegawai kementerian dan diharapkan dapat tingkatkan kembali. Dia lantas membeberkan sejumlah penghargaan yang diterima kementerian dari sejumlah pihak, termasuk DPR dan Presiden Joko Widodo.
"Ini hasil kerja keras bagian kecil dari kementerian di Republik Indonesia. Bulan puasa kami dapat plakat 30 anggota DPR untuk pertama kalinya, di bawah mitra kerja komisi IV dan apresiasi kinerja kita dan Presiden Jokowi telah mengucapkan terima kasih ke Kementerian Pertanian. Ini patut syukuri," jelas dia.
Amran meminta anak buahnya lebih meningkatkan kecepatan dalam bekerja untuk mendapatkan hasil memuaskan.
"Mudah-mudahan ke depan 300 speednya bisa tingkatkan 500 speednya, pasti bisa negara kita negara besar. Kemarin Presiden Jokowi 3 kali telepon saya, di Bima dan pasar, lalu saya bilang yang bekerja keras pegawai kementan, aku bagian kecil dari mereka," katanya.
Baca juga:
Mentan Andi ajak dialog ribuan petani & pengusaha seluruh nusantara
Menteri Amran klaim sudah selamatkan 50.000 Ha lahan kekeringan
Stok jagung 1,6 juta ton, cukup untuk pakan ternak dua bulan
Tiap tahun, produksi tomat surplus hingga 400 ribu ton
Kesal dihargai Rp 200 per kg, petani Garut buang tomatnya di jalan