Mentan Amran kecewa dibohongi staf Bulog soal mesin pengering
Merasa dibohongi oleh pengurus gudang, Mentan Andi tak bisa menahan kecewa dan minta mereka dipindahtugaskan atau diberhentikan.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku kecewa saat meninjau Kompleks Gudang Triyagan milik Perum Bulog. Penyebabnya, salah satu mesin penggilingan dan pemanas padinya tidak beroperasi di saat pemerintah gencar melakukan penyerapan/pembelian gabah.
"Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan karena bisa mengganggu penyerapan gabah yang pada akhirnya mengganggu ketahanan pangan nasional," kata Amran saat melakukan sidak ke sejumlah gudang Divre Bulog seperti ditulis Antara Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (30/3).
Dalam kunjungan tersebut, Amran dibohongi oleh kepala dan staf gudang yang mengatakan bahwa mesin pengering gabah tidak beroperasi satu minggu. Amran tidak mempercayai begitu saja dan langsung melihat lokasi mesin. Di situ mentan menemui bangunan mesin pengering banyak sarang laba-laba sehingga dipastikan lama tak beroperasi.
"Saya memastikan bahwa mesin ini sudah lebih dari sebulan tidak beroperasi sehingga menyebabkan penggilingan gabah menjadi beras tak optimal," kata mentan.
Merasa dibohongi oleh pengurus gudang, Mentan Andi tak bisa menahan kecewa dan minta mereka dipindahtugaskan atau diberhentikan. "Saya minta kepada direktur SDM Perum Bulog untuk menindak petugas gudang yang tidak bekerja optimal dan sudah saya telepon," katanya.
Mesin pengering jika dioptimalkan bisa dioperasikan selama dua shif apalagi saat ini panen terjadi di mana-mana.
Dalam sidak tersebut Mentan Amran juga masih menemukan adanya truk pengangkut beras yang antre terlalu lama hingga dua hari, sehingga distribusi ke pasar atau konsumen menjadi terlambat. "Truk pengangkut beras tak boleh terlalu lama antre. Harus kita carikan solusinya," kata mentan.
Baca juga:
Mentan Amran minta Bulog penuhi kebutuhan jagung peternak kecil
Pemerintah datangkan 50.000 ton daging impor amankan stok Ramadan
Cegah kemerosotan harga cabai, Kementan bentuk tim serap
Persediaan melimpah, stok pangan jelang Lebaran cetak sejarah
Mentan sebut cuaca dan kaum ibu dorong penurunan harga cabai