LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menkop Teten: UMKM yang Bertahan Karena Terhubung ke E-Commerce

Sektor UMKM menjadi yang paling terdampak pada krisis akibat pandemi Covid-19, hanya segelintir pelaku UMKM yang masih bisa bertahan di tengah lesunya ekonomi nasional.

2020-06-25 14:04:58
Kementerian Koperasi dan UKM
Advertisement

Sektor UMKM menjadi yang paling terdampak pada krisis akibat pandemi Covid-19, hanya segelintir pelaku UMKM yang masih bisa bertahan di tengah lesunya ekonomi nasional. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, mereka yang bertahan merupakan UMKM yang telah terhubung dengan platform e-commerce dan ekosistem digital.

"Kami melihat ada UMKM yang saat ini bisa bertahan di tengah lesunya ekonomi yaitu yang terhubung dengan platform e-commerce dan ekosistem digital," kata Teten dalam webinar UMKM Gearing-Up Into New Normal bertajuk Solusi Pembiayaan, Pemasaran dan Digitalisasi, Kamis (25/6).

Meski demikian, dari 62 juta UMKM yang terdaftar di Kementerian Koperasi dan UKM, baru 8 juta atau sekitar 18 persen yang melapak di platform digital. Sisanya, masih berjualan secara offline.

Advertisement

Padahal, dalam catatan Bank Indonesia, penjualan online selam masa pandemi naik 18 persen. Data lainnya, dari Kata Data mencatat penjualan online meningkat sebanyak 36 persen dari sebelum pandemi. Pun dengan jumlah akun baru penjual online di platform digital bertambah.

Berdasarkan data tersebut, Teten menilai upaya transformasi digital perlu dipercepat. Selain untuk menjangkau pasar yang lebih besar, cara ini membuat pelaku usaha UMKM lebih mudah terhubung dengan akses pembiayaan.

"Bukan hanya akses pasar, ini juga mempermudah pelaku UMKM akses ke pembiayaan," kata Teten.

Advertisement

Dia melanjutkan, selama ini pelaku UMKM sulit mendapatkan pembiayaan lantaran tidak memiliki jaminan. Namun dengan data digital, catatan kesehatan bisnis bisa dijadikan bahan pertimbangan perbankan untuk menyalurkan pembiayaan.

"Kalau ada data digital mengenai kesehatan bisnis, ini bisa dijadikan bahan bank untuk pertimbangan penyaluran pembiayaan," pungkas Teten.

Baca juga:
Sebanyak Rp 735 Triliun Anggaran Belanja Pemerintah Bakal Mengalir Ke UMKM
Per Hari Ini, Total Dukungan PIP untuk Kredit Ultra Mikro Capai Rp1 T
Pengusaha Minta UMKM Diprioritaskan dalam Belanja Barang Pemerintah
Ridwan Kamil Sarankan 37 Ribu UMKM Terdampak Pandemi Covid-19 Migrasi ke Digital
Pengusaha Minta RUU Cipta Kerja Tak Terapkan Upah UMR untuk Usaha Mikro dan Kecil
Baleg DPR Nilai RUU Cipta Kerja Ramah untuk UMKM

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.