Menko Rizal sebut paket kebijakan Jokowi buat ekonomi membaik
Rizal Ramli mendukung langkah Jokowi yang mempermudah perizinan dan memotong birokrasi.
Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli menilai perekonomian Indonesia mulai menunjukkan perbaikan setelah mengalami perlambatan pada awal 2015. Salah satu pemicunya adalah penerbitan paket kebijakan atau deregulasi.
"Beberapa ada yang berdampak secara jangka pendek seperti untuk kawasan industri. Dulu biasanya waktu dibangun ada izin ini itu, amdal, dan lain-lain. Kalau ada industri atau bisnis bikin pabrik di kawasan industri, butuh ini itu tidak efisien. Jadi disederhanakan tidak perlu amdal karena sudah ada di kawasan industri. Kalau sekarang investasi kurang dari 3 hari, sudah mulai bisnis. Ini kemajuan," ujarnya di Jakarta, Rabu (18/11).
Pemerintah juga menurut Rizal telah mempermudah regulasi dan memotong birokrasi yang menghambat. Riza juga sangat mengapresiasi langkah pemerintahan Jokowi-JK yang memberi diskon pajak bagi perusahaan yang melakukan revaluasi aset. Diskon pajak ini merupakan salah satu paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah beberapa waktu lalu.
"Ini yang dampaknya paling besar, revaluasi aset. Kami pernah lakukan ini 15 tahun lalu. Waktu itu PLN minus Rp 9 triliun, aset Rp 50 triliun, secara teknis PLN sudah bangkrut. Kita suruh revaluasi aset, asetnya jadi Rp 250 triliun, selisihnya dimasukkan modal dari negatif jadi Rp 104 triliun. Belum pernah terjadi di Indonesia bisa menyelamatkan BUMN Indonesia," jelas dia.
Faktor lain yang mendorong ekonomi ke arah lebih baik adalah percepatan penyerapan anggaran. Dulu, anggaran selalu disepakati bulan November kemudian tender pelaksanaan baru dimulai pada Maret atau akhir kuartal I dan II.
"Jadi kita buat perubahan, APBN sudah disetujui DPR, tender boleh dilakukan sekarang. Pada saat di pertengahan Desember kontraknya di tandatangani, Januari sudah bisa dilaksanakan. Akan mulai dampak penyerapan anggaran, ini pelajaran dari masa lalu," ungkapnya.
Baca juga:
Menko Rizal sebut Indonesia tak pernah alami defisit sejak 1998
Menko Rizal ibaratkan kasus pencatutan nama Jokowi bak sandiwara TV
Di APEC, Wapres JK janji tahun depan baru setop impor beras
Rupiah bergerak melemah, nyaris sentuh Rp 13.800 per USD
Raup untung kelas menengah, Australia genjot kerja sama dengan RI