Menko Rizal ibaratkan kasus pencatutan nama Jokowi bak sandiwara TV
Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, turut memberi komentar terkait polemik perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Dia menyebut kisruh pencatutan nama presiden dan wakil presiden di renegosiasi kontrak PT Freeport Indonesia bak sandiwara di layar kaca.
"Kadang perang kadang berdamai," ujarnya kepada wartawan di acara Core Economic Outlook 2016 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (18/11).
Dia menambahkan kisruh yang terjadi antara pihak legislatif dan eksekutif sekarang ini jadi hiburan bagi rakyat Indonesia. Apalagi ada bumbu-bumbu intrik laiknya sebuah acara telenovela yang sedang marak belakangan di televisi.
"Anggap saja rakyat Indonesia sedang melihat sinetron antar geng," seloroh Rizal.
Seperti diketahui, Ketua DPR Setya Novanto dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) atas tuduhan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menteri ESDM Sudirman Said sebagai pihak terlapor mengatakan, tidak patut anggota DPR meminta saham ke PT Freeport dengan dalih saham itu akan diberikan ke Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.
Dalam transkrip pembicaraannya terdengar ada lobi-lobi yang dilakukan dalam renegosiasi perpanjangan kontrak. Beberapa pembicaraan ikut menyebutkan nama Luhut Panjaitan, Darmo dan pengusaha berinisal R.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya