Menko Rizal: Pemerintah kembali bebaskan visa 84 negara
Hal ini tak terlepas dari meningkatnya wisman pasca penambahan 47 negara bebas visa pada Oktober 2015.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli kembali memberikan izin bebas visa ke 84 negara baru. Hal ini tak terlepas dari meningkatnya wisatawan mancanegara (wisman) pasca penambahan 47 negara bebas visa pada Oktober 2015.
"Kita menambahkan beberapa negara unutk bebas visa. Setelah pemberian 47 negara berdampak positif untuk turis," ujar dia di Gedung BPPT, Thamrin, Jakarta, Senin (21/12).
Ada beberapa negara yang tidak dimasukkan dalam daftar negara yang diberi bebas visa. Negara-negara tersebut merupakan negara yang aktif dalam perdagangan narkoba dan eksportir ideologi ekstrem. Hal ini dilakukan untuk menghindari Indonesia menjadi ladang baru ideologi ekstrem dan radikal.
Beberapa penambahan negara yang diberikan bebas visa meliputi Australia, Ukraine, Kenya, Montenegro, Uzbekistan, Bangladesh, Kamerun, Sierra Leone, Palestina, Honduras, Pakistan, Mongolia, Uruguay, Latin Amerika, Bosnia Herzegovina, Costa Rica, Israel, Albania, Mozambik, Macedonia, Comoros, El Salvador, Zambia, Madagascar, Moldova, Georgia Namibia, Kiribati, Armenia, Bolivia, Bhutan, Trinidad & Tobago, Guatemala, Mauritania, Paraguay, dan lain-lain.
"Semua ada 84 Negara, cuman itu aja yang bisa saya sebut. Banyak banget," kata dia.
Sementara itu, terkait timbal balik yang diberikan kepada negara yang mendapat bebas visa, Rizal mengaku senang Indonesia tidak mendapatkan timbal balik kepada negara-negara yang diberikan bebas visa. Namun, Rizal berjanji akan mengurusi pembebasan visa ke beberapa negara.
"Tidak, justru saya malah gembira, mereka tidak resiprokal. Karena kalau semua resiprokal, semua orngg Indonesia bebas visa ke seluruh dunia, pada keluyuran semua nanti. Kita devisanya negatif. Jadi kami bersyukur kita tidak diberikan bebas visa. Tapi saya janji, kalau pendapatan rakyat Indonesia sudah USD 15.000 per kapita, nanti tak urusin semua bebas visa," jelas dia.
Untuk menyambut masuknya turis dari negara-negara bebas visa ini, pemerintah juga akan mensosialisasikan 90 titik jalur masuk dan keluar turis selain titik-titik masuk yang sudah populer seperti Batam, Jakarta, dll. Maka, pemerintah mengharapkan pihak imigrasi, kepolisian, BIN, dan BNN untuk melakukan monitoring yang lebih canggih pada titik-titik tersebut. Nantinya, data turis yang masuk ke Indonesia akan dishare ke kepolisian yang memiliki data black list dari Interpol.
Baca juga:
Diberikan bebas visa, Menko Rizal tak mau turis bawa narkoba
Rizal Ramli berikan bebas visa untuk turis Australia dan Brasil
Kadin: 14 tahun lagi, pariwisata jadi penghasil devisa terbesar RI
Menteri Arief di Hong Kong: Kami buka pintu untuk wisatawan masuk
Jadi tujuan wisata halal terbaik dunia, Lombok kebanjiran turis Arab