Kadin: 14 tahun lagi, pariwisata jadi penghasil devisa terbesar RI
Merdeka.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan sektor pariwisata bakal mampu menjadi penghasil devisa terbesar dalam 14 tahun kedepan. Dia meminta pemerintah memberikan perhatian khusus untuk sektor pariwisata.
"Penghasil devisa terbesar ke-4 di Indonesia dan itu diperkirakan 13-14 tahun lagi bisa menjadi nomor 1 penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Pemerintah harus bisa memberikan perhatian khusus disini," ujar dia di Kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta, Kamis (17/12).
Rosan mengapresiasi langkah pemerintah yang memberikan visa gratis kepada turis. Namun, kata dia, hal itu tidak cukup untuk mendongkrak minat wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia.
"Kita apresiasi kebijakan pemerintah yang memberikan bebas visa, tapi perlu juga thinking out of the box. Contohnya misalnya pembuatan film eat,pray and love di Bali. Tapi saya denger itu dipajakinnya banyak, belum sama penduduk lokalnya dan segala macam. Kalau di Malaysia, dana shooting dikembalikan 30 persen oleh pemerintah Malaysia. Hal-hal seperti itu yang harus dipikirkan pemerintah. Jadi dengan sendirinya akan mempromosikan Indonesia juga," kata Rosan.
Dia berharap agar pemerintah bisa lebih serius lagi dalam meningkatkan sektor pariwisata. Banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi agar tidak terus tertinggal dalam persaingan di sektor industri pariwisata dengan negara tetangga.
"Marketing kita kurang, infrastruktur kurang, kita kadang-kadang kita bangga industri pariwisata kita maju. Tapi orang luar tahunya cuma Bali doang. Kita 9,4 juta orang sudah bangga, sama Singapura saja kalah 15 juta orang, Malaysia 27 juta orang, Thailand 24 juta orang dan di Thailand mereka tinggal lebih lama dan itu potensi," pungkas dia.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya