Menko Pangan Dorong Penguatan Sektor Perikanan Batang Melalui Program Bioflok dan Infrastruktur Kelautan
Menko Pangan Zulkifli Hasan mendorong Penguatan Sektor Perikanan Batang, menargetkan 2.000 kampung bioflok dan 20.000 hektare tambak ikan pada 2026 untuk ketahanan pangan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) secara aktif mendorong penguatan sektor perikanan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Inisiatif ini berfokus pada pembangunan budidaya serta infrastruktur kelautan yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Batang. Langkah strategis ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian rakyat di daerah.
Dalam kunjungannya ke Batang pada Jumat (30/1), Menko Pangan Zulhas menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas program perikanan berbasis masyarakat. Program ini akan diimplementasikan secara bertahap di setiap desa di Jawa Tengah, dimulai dengan pembangunan bioflok. Harapannya, program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi komunitas lokal.
Pemerintah berencana membangun 2.000 kampung dengan menyiapkan lahan seluas 20.000 hektare tambak ikan pada tahun 2026. Target ambisius ini diharapkan mampu memastikan ketersediaan ikan yang cukup di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi ketahanan pangan nasional.
Program Bioflok dan Target Produksi Ikan Nasional
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyoroti pentingnya peningkatan produksi ikan dalam negeri untuk kesejahteraan masyarakat. Program perikanan berbasis masyarakat, khususnya bioflok, akan menjadi tulang punggung upaya ini. Tiap desa di Jawa Tengah akan secara bertahap mendapatkan fasilitas bioflok guna mendukung budidaya ikan lokal.
Pemerintah menargetkan pembangunan 2.000 kampung dengan total 20.000 hektare tambak ikan yang akan terealisasi pada tahun 2026. Inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk memastikan pasokan ikan yang memadai bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, ketergantungan pada impor ikan dapat diminimalisir secara signifikan.
Peningkatan produksi ikan domestik diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan. Selain itu, para pelaku usaha perikanan di daerah juga akan merasakan manfaat ekonomi yang positif. Program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem perikanan yang mandiri dan berkelanjutan.
Dukungan Pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara di Batang
Dalam kesempatan yang sama, Menko Pangan Zulhas memberikan respons positif terhadap usulan Bupati Batang, Faiz Kurniawan, terkait pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN). Pembangunan PPN ini dianggap krusial untuk mendukung aktivitas perikanan di wilayah tersebut. Usulan ini menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memajukan sektor kelautan.
Zulhas menyatakan kesediaannya untuk menindaklanjuti program pembangunan PPN tersebut jika dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat. "Permintaan Bupati Batang untuk dibangun Pelabuhan Perikanan Nusantara nanti programnya diserahkan ke saya agar segera ditindaklanjuti kalau itu memang bagus untuk masyarakat di daerah," ujarnya. Komitmen ini memberikan harapan baru bagi nelayan Batang.
Bupati Batang, Faiz Kurniawan, menekankan bahwa keberadaan pelabuhan perikanan akan memberikan manfaat signifikan bagi nelayan lokal. "Oleh karena itu, kami bisa dibantu dan di-support untuk Pelabuhan Perikanan Nusantara. Kami berharap para nelayan bisa labuh dengan nyaman dan bisa dilelang di daerah ini," kata Faiz. PPN akan memfasilitasi kegiatan labuh dan lelang ikan secara lebih efisien.
- Program perikanan berbasis masyarakat akan diperluas di tiap desa di Jawa Tengah melalui pembangunan bioflok.
- Target pemerintah adalah membangun 2.000 kampung dengan 20.000 hektare tambak ikan pada tahun 2026.
- Pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Kabupaten Batang direspons positif oleh Menko Pangan untuk kesejahteraan nelayan.
Sumber: AntaraNews