LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Luhut minta Pertamina genjot penggunaan komponen dalam negeri

Ke depan, Menteri Luhut meminta seluruh perusahaan migas meningkatkan TKDN-nya.

2016-08-25 11:22:17
Pertamina
Advertisement

Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Luhut Binsar Pandjaitan meminta PT Pertamina (Persero) bisa melakukan lebih banyak efisiensi dengan meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri. Menteri Luhut berjanji akan mengawasi langsung tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di Pertamina.

PT Pertamina (Persero) menyabet sejumlah penghargaan dalam acara penganugerahan penghargaan keselamatan migas yang diberikan oleh Ditjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM di Nusa Dua, Bali, Rabu (24/8) malam yang juga dihadiri Menteri Luhut.

Menteri Luhut menilai perusahaan pelat merah itu telah berhasil menjamin keselamatan kerja dan usaha migasnya. Menurut dia, catatan keuangan perusahaan minyak negara itu juga terus menunjukkan perbaikan dengan utang jangka pendek yang menyusut dari sekitar USD 5 miliar pada 2014 menjadi USD 0,44 miliar. Arus kas perusahaan juga terus mengalami peningkatan dari USD 3,1 miliar menjadi USD 5,4 miliar saat ini.

"Pertamina ini masih banyak tingkat komponen dalan megeri atau TKDN belum dipakai. Lebih baik lagi kalau di hulu menggunakan pipa buatan dalam negeri. Kini saya ada di sini, akan saya awasi," katanya seperti dilansir Antara, Jakarta, Kamis (25/8).

Menurut dia, penggunaan produk-produk dalam negeri memiliki banyak manfaat, seperti membuka lapangan kerja dan nilai tambah berupa pajak. Adapun dari sisi kualitas, produk dalam negeri akan membaik seiring berjalan waktu.

"Saya memahami Pertamina dan perusahaan migas punya standar yang tinggi. Saat ini PGN masih banyak impor, sekarang harus dikurangi. Saya kan pantau ini. Pabrik pipa di Indonesia ada empat sekarang ini, mereka semua underutilized," katanya lagi.

Menteri Luhut juga menyebut sektor migas telah terbuai dengan terlalu banyak melakukan ekspor, sehingga pasar domestik terlupakan. "Kelemahan kita sekarang adalah inefisiensi, terlalu banyak impor. Kita ingin Pertamina jadi perusahaan besar, tapi efisien," ujarnya pula.

Dia mengatakan bahwa pipa-pipa buatan Indonesia harus lebih banyak digunakan perusahaan dalam negeri. Sebab, pipa produksi dalam negeri memiliki kualitas yang memadai dan telah diekspor ke luar negeri. "Selama ini kita menggunakan pipa impor, enough is enough," ujar Menteri Luhut.

Menteri Luhut yang juga menjabat Menko Kemaritiman mengatakan efisiensi saat ini mutlak dilakukan di sektor migas. Dia mengaku tengah mengatasi sejumlah masalah di sektor migas demi mendorong efisiensi.

"Saat ini saya akan mengatasi beberapa masalah, seperti banyak peraturan yang dirasa mempersulit. Kalau bisa diatasi hanya dengan kepmen saya akan tanda tangani, selama itu untuk efisiensi," katanya pula.

Menteri Luhut juga mengaku ingin membangun kerja tim yang baik dengan mengedepankan efisiensi dan efektivitas. "Saya ingin di ESDM ini memiliki 'teamwork' yang baik, jangan bapak-bapak berpolitik. Bekerjalah sesuai bidang kerja anda. Saya ingatkan kepada saudara, tugas pokok kita adalah menjadikan organisasi ini menjadi organisasi yang efisien dan efektif," ujarnya lagi.

Baca juga:
Luhut sebut Saudi Aramco tak serius garap 3 kilang Pertamina
Temui delegasi Saudi, Menko Luhut bahas kelanjutan kilang Cilacap
Hingga Juli 2016, produksi migas Pertamina naik 11 persen
Blok Mahakam, Pertamina siapkan USD 1,5 miliar untuk masa transisi
Akuisisi PGE oleh PLN dinilai mengancam proyek pembangkit 35.000 MW
Ambil alih Blok Mahakam dari Total ke Pertamina masih terkendala
Rasio cadangan migas Pertamina ditargetkan naik 200 persen

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.