LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Luhut Enggan Berspekulasi Terkait Anjloknya Harga Garam

Luhut masih enggan berspekulasi terkait penyebab jatuhnya harga garam. Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini pun enggan membenarkan anggapan bahwa anjloknya harga garam diakibatkan oleh tingginya angka impor.

2019-07-10 21:11:30
Luhut Panjaitan
Advertisement

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan angkat suara terkait anjloknya harga garam di tingkat petani. Menurut Luhut, perlu ada kajian mendalam terkait hal tersebut.

Luhut masih enggan berspekulasi terkait penyebab jatuhnya harga garam. Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini pun enggan membenarkan anggapan bahwa anjloknya harga garam diakibatkan oleh tingginya angka impor.

"Saya belum tahu (penyebab harga garam anjlok)," ungkapnya saat ditemui, di Kantornya, Jakarta, Rabu (10/7).

Advertisement

Pemerintah saat ini, sedang mendalami penyebab harga garam jatuh. Dengan demikian dapat ditemukan apakah anjloknya harga garam memang disebabkan oleh tingginya impor atau ada faktor penyebab lain.

"Iya kita sedang lihat apakah karena impor atau apa," kata dia.

Meskipun demikian, dia membantah bahwa jatuhnya harga garam disebabkan oleh rendahnya kualitas garam produksi petani. Sebab menurut dia garam produksi dalam negeri mengalami peningkatan kualitas.

Advertisement

"Membaik. Karena kita kan banyak produksi kita garam industri. Garam makan kan bagus," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti turut buka suara terkait jatuhnya harga garam di tingkat petani. Impor yang terlampau banyak merupakan salah satu penyebabnya.

Selain itu, Menteri Susi juga menyebutkan bahwa merembes atau bocornya garam impor ke pasaran juga menjadi penyebab jatuhnya harga garam petani.

"Persoalan harga jatuh adalah impor terlalu banyak dan bocor. Titik. Itu persoalannya," kata dia di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (4/7).

Menurut dia, jika impor garam tidak tinggi, maka harga garam di tingkat petani masih bisa dijaga. "Kalau diatur impornya di bawah 3 juta ton kayak tempo hari kan harga di petani masih bisa Rp2.000, Rp1.500," tegas Susi.

"Persoalannya impor terlalu banyak dan itu bocor," tandasnya.

Baca juga:
Menteri Susi: Harga Garam Jatuh karena Kebanyakan Impor dan Bocor ke Pasar
Ini Syarat Agar Indonesia Tak Lagi Impor Garam
Bangun Sentra Produksi, PT Garam Tunggu Rekomendasi Bupati Kupang
Menengok usaha Komaruddin di Denpasar, produksi 1 ton garam halus tiap hari
Tak kebayang, harga 4 garam ini bisa menyamai emas
Harga garam petani di Pati anjlok, Presiden PKS borong satu ton

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.