LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Darmin tak khawatir jika bank sentral AS naikkan suku bunga

Pemerintah yakin, reaksi pasar tidak akan lama. Sebab tarik ulur kenaikan suku bunga The Fed sudah terjadi sejak lama.

2015-09-16 19:27:19
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17 September 2015. Rapat ini menjadi penentu kebijakan The Fed terhadap suku bunga di Amerika Serikat. Kebijakan ini diyakini bakal berdampak ke sektor keuangan dunia, termasuk Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution tidak khawatir dengan kebijakan yang bakal diambil bank sentral AS tersebut. Penetapan tingkat suku bunga acuan tidak serta merta dilakukan The Fed tanpa pertimbangan matang.

"Mereka pasti mengambil keputusan atas pertimbangan, satu ekonomi mereka sudah cukup baik/belum, karena arahnya adalah bagaimana bergerak memperbaiki menormalkan tingkat bunga, sekarang itu tidak normal. Kalau mereka sudah cukup baik dan bisa berlanjut, (kenaikan tingkat bunga) akan setujui," papar Darmin di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/9).

Advertisement

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menilai, jika hasil rapat The Fed menyetujui kenaikan tingkat bunga, nilainya diyakini tidak akan terlalu tinggi. Dengan pertimbangan stabilitas perekonomian AS sendiri.

"Tidak akan mungkin besar sekaligus, karena tidak mau juga bikin shock di ekonomi mereka sendiri. Persoalannya, kalau dia (FOMC) memutuskan iya, pasti pasar akan bereaksi bergerak ke AS yang tadinya dana itu sejak 2009 itu sudah menyebar ke mana-mana, termasuk Indonesia," tutur Darmin.

Darmin menuturkan, tarik ulur keputusan menaikkan suku bunga AS sudah terjadi berulang kali. Sehingga apabila The Fed pada akhirnya memutuskan untuk menaikkan tingkat bunganya, maka reaksi pasar tidak akan lama, untuk kemudian kembali ke kondisi normal.

Advertisement

"Sebetulnya kalau benar-benar jadi, kalau pun ada pengaruhnya, tidak akan besar dan sementara saja dan tidak lama balik ke situasi sekarang ini. Tidak akan lama karena perhitungannya sudah dijalankan sebenarnya sama mereka," jelas Darmin.

Baca juga:
Pelemahan rupiah, pengusaha perlahan pangkas jumlah pekerja
Presiden Jokowi ingin tahu kesiapan sektor keuangan hadapi krisis
Menko Darmin sebut sudah 22 tahun Indonesia tak bangun kilang minyak
Jokowi: Kemudahan investasi diberlakukan untuk asing dan lokal
Enggan bisnis terusik, Pertamina tolak kehadiran Saudi Aramco di RI

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.