Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelemahan rupiah, pengusaha perlahan pangkas jumlah pekerja

Pelemahan rupiah, pengusaha perlahan pangkas jumlah pekerja idr rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Pengusaha perlahan mulai memangkas jumlah pekerja. Ini lantaran biaya produksi meningkat lebih cepat ketimbang pendapatan.

"Ini jalan terakhir dan sebagian mulai sedikit pengurangan. Data PHK masih dikumpulkan," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPPMI) Adhi Lukman, Jakarta, Rabu (16/9).

Menurut Adhi, lonjakan biaya produksi disebabkan oleh pelemahan rupiah. Mengingat, banyak bahan baku masih harus dibeli dari luar negeri.

"Iya berdampak karena pengaruh ke harga pokok di mana harga pokok kita tergantung dari impor dalam dolar."

Di sisi lain, kata Adhi, pengusaha tak bisa serta menaikkan harga produknya. Dampaknya, pengusaha terpaksa mengurangi keuntungan.

"Ini akan lebih baik ketimbang naikkan harga tapi penjualan turun."

Adhi berharap paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah bisa meningkatkan daya beli masyarakat dan mengatasi perlambatan ekonomi Indonesia.

"Target kami ingin volume tumbuh 8 sampai 9 persen," katanya. "Tapi kami lihat pelemahan ekonomi ini secara value 8 persen. Namun, secara volume naiknya hanya 2 sampai 3 persen saja. Karena memang kenaikan harga, kami ingin dengan paket ini kejar ketertinggalan."

Terlepas dari itu, dia meyakini industri makanan dan minuman masih memiliki prospek menjanjikan. Itu terbukti dari banyaknya pemain baru di industri tersebut

"Apalagi dari pengeluaran per kapita penduduk itu tahun lalu pangan olahan kontribusinya 12,9 persen. Tahun ini sudah 13,3 persen jadi meningkat cukup baik."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP