LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Darmin soal Trump picu perang dagang: Kenapa jadi pusing? Biar saja dia perang

Kebijakan perang dagang ini akan memberi dampak positif dan juga negatif bagi Indonesia. Dampak positifnya, konsumen Indonesia memperoleh pilihan harga barang yang lebih murah jika China membidik Indonesia untuk memperdagangkan produknya.

2018-03-23 14:32:40
Donald Trump
Advertisement

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah menandatangani memorandum yang menyatakan, AS akan memberlakukan tarif impor sekitar USD 50 miliar terhadap produk yang berasal China. Memorandum tersebut akan berlaku efektif 60 hari sejak penandatanganan, yaitu setelah list produk asal China dipublikasikan.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, kebijakan perang dagang ini akan memberi dampak positif dan juga negatif bagi Indonesia. Dampak positifnya, konsumen Indonesia memperoleh pilihan harga barang yang lebih murah jika China membidik Indonesia untuk memperdagangkan produknya.

"Kenapa jadi pusing? Biar saja dia perang dagang. Itu adalah kelanjutan kebijakan yang lalu ya. Jadi kita imbasnya enggak selalu negatif. Bisa saja ada positifnya. Di satu pihak, ya dilihat dari kepentingan pemakai atau konsumen mungkin dapat barang lebih murah," ujar Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (23/3).

Advertisement

Sementara itu, dampak negatif akibat perang dagang tersebut, pengusaha Indonesia akan mendapat banyak saingan jika barang dari China masuk ke dalam negeri. Tentu saja hal ini akan menyusahkan dunia industri.

"Dari kepentingan produsen dapat saingan yang menyusahkan. Maksudnya, pengusaha yang menghasilkan jenis barang yang sama mendapat saingan yang lebih ketat," jelasnya.

"Tapi pada dasarnya jangan buru buru melihat ke kita dulu mereka (Amerika Serikat dan China) saja dulu coba perhatikan bagaimana dampaknya. (Ke Indonesia) pasti ada imbasnya," tambahnya.

Advertisement

Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, terkait kemungkinan Indonesia menggantikan kebutuhan barang ke AS maupun China, masih sulit dilakukan. Sebab, barang yang dibutuhkan keduanya berbeda dengan barang hasil produksi Indonesia.

"Enggak sama biasanya barangnya. Kalau sama, dari dulu kita yang berhadapan dengan AS," tandasnya.

Baca juga:
Kenaikan utang pemerintah jadi perdebatan politik, ini kata Menko Darmin
219.000 Ton beras impor asal 4 negara masuk sampai Mei
Beras impor siap dikeluarkan untuk stabilisasi harga jelang Ramadan
Menko Darmin prediksi pertumbuhan kuartal I tak lebih dari 5 persen
Pemerintah janji aturan impor garam industri rampung besok

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.