Menko Darmin Sebut 1,43 Juta Tenaga Ahli Konstruksi Belum Tersertifikasi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui jumlah tenaga ahli konstruksi yang mengantongi sertifikat keahlian masih rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tenaga kerja di bidang konstruksi di Indonesia sebanyak 8,3 juta orang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui jumlah tenaga ahli konstruksi yang mengantongi sertifikat keahlian masih rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tenaga kerja di bidang konstruksi di Indonesia sebanyak 8,3 juta orang.
"Dari jumlah tersebut, 1,6 juta atau 20 persen merupakan tenaga ahli konstruksi," kata dia ketika Membuka kegiatan Pekan SDM Ahli Konstruksi, 'Indobuild Tech Expo 2019', BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (21/3).
Dari jumlah 1,6 juta tenaga ahli tersebut, kata Darmin, baru 195.312 tenaga ahli yang telah memiliki sertifikat keahlian sesuai LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) nasional. "Ini menandakan masih ada 1,43 juta yang perlu disertifikasi," ungkapnya.
Dia menjelaskan, pemerintah sudah merancang sistem pengembangan maupun peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia, termasuk tenaga ahli konstruksi. Sistem tersebut ditarget mulai berjalan tahun depan.
"Bagaimana konsepsi dasarnya pemerintah membangun kualitas dasar yang akan bekerja penuh sejak tahun depan? Pemerintah akan membagi dalam 3 layer. 1 tataran pelatihan, termasuk BLK dan. Kedua sekolah menengah kejuruan. Ketiga politeknik," tandasnya.
Baca juga:
Cerita Lucu Saat Jokowi Beri Pekerjaan pada Lulusan Itenas di Senayan
Menteri PUPR: Gaji Pekerja Konstruksi yang Punya Sertifikat Naik 1,5 Kali
Pemerintah Target 512.000 Tenaga Kerja Konstruksi Tersertifikasi di 2019
Jokowi: Saya Senang Banget Lihat Tenaga Kerja Konstruksi Pintar dan Bersertifikat
Siang Ini, Jokowi Bakal Serahkan Sertifikat ke 16.000 Tenaga Kerja Konstruksi