Menko Darmin: Presiden ingatkan proyek kementerian tak boleh rancu
"Setiap proyek tidak boleh pakai kata pemberdayaan."
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyampaikan konferensi pers usai sidang kabinet bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. Dalam konferensi pers, Darmin kembali mengingatkan para menteri agar tidak rancu menyusun proyek untuk 2016.
"Presiden minta setiap kementerian, menterinya mempelajari dan mencermati anggaran kementerian. jangan sampai di dalamnya ada pos anggaran yang rancu dan tidak jelas. kalau program boleh misalnya pakai kata pemberdayaan itu boleh program. Kalau proyek tidak bisa begitu bunyinya, itu rancu," ucap Darmin.
Selain itu, Darmin juga meminta kepada semua menteri agar siap menyongsong 2016. Semua anggaran harus sudah disiapkan sejak awal bulan agar tidak menumpuk di akhir tahun.
"Presiden juga mengingatkan bahwa memasuki 2016 tidak bisa ditawar bahwa anggaran sudah mulai dilakukan sejak awal Januari, sehingga terutama bersifat belanja barang dan modal. dengan demikian dampaknya terhadap perekonomian dan pertumbuhan menjadi optimal," sambungnya.
Darmin mengajak semua jajaran menteri untuk fokus bekerja mengejar pertumbuhan ekonomi.
"Kita bekerja fokus memperbaiki pertumbuhan ekonomi, membaikkan inflasi, menurunkan kemiskinan, memperbaiki kesenjangan dan semuanya," tutupnya.
Baca juga:
Rapat terbatas, Jokowi tagih Rizal Ramli soal dwelling time
Jokowi klaim sudah punya pijakan untuk berlari cepat tahun depan
Presiden masih kaji rekomendasi Pansus Pelindo soal pencopotan Rini
Soal reshuffle jilid II, JK bilang belum ada pembicaraan
Sempat diisukan jadi Jaksa Agung, ini kata Hamdan Zoelva