Menko Darmin beberkan alasan harga cabai dan bawang naik tiap tahun
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, kenaikan harga cabai dan bawang pada Maret 2018 dipengaruhi oleh musim. Hal ini sebenarnya sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Maret 2018 sebesar 0,20 persen. Inflasi tersebut sebagian besar disumbang oleh kenaikan harga pada beberapa bumbu dapur seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, kenaikan harga cabai dan bawang pada Maret 2018 dipengaruhi oleh musim. Hal ini sebenarnya sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
"Bumbu-bumbuan itu, cabai, bawang itu barang komoditi yang selalu sangat dipengaruhi musim. Kalau musim lagi jelek, harga naik. Perhatikan dari tahun ke tahun sering muncul fluktuasi harga bumbu," ujar Darmin di Kantornya, Jakarta, Senin (2/4).
Darmin melanjutkan, kenaikan harga cabai dan bawang ini sebenarnya bisa diantisipasi dengan melakukan penyimpanan yang baik ketika panen bagus. Namun demikian, Indonesia belum memiliki industri yang mampu mengelola panen dengan baik.
"Karena apa? kita belum punya mekanisme supaya produk-produk tersebut bisa disimpan atau proses sehingga pada waktu off season (tidak musim panen) itu dikeluarkan. Kita belum punya itu, belum lahir industri yang mampu mengolah cabai dan bawang supaya segar," jelasnya.
Namun demikian, Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menegaskan, kenaikan harga cabai dan bawang pada Maret 2018 belum terlalu ekstrem. Pemerintah akan terus memantau pergerakan harga komoditas tersebut. "Selalu ada fluktuasi tapi belum ekstrim," tandasnya.
Baca juga:
BPS sebut kenaikan tarif ojek online tak berdampak besar pada inflasi
Kunjungan wisman naik 17,36 persen di Februari 2018, terbanyak dari China
Di World Economic Forum, pemerintah promosikan 10 proyek infrastruktur
Gelar seminar, BPK dorong negara ASEAN jalankan 17 program SDG's
Bos BPS: Naiknya harga bensin Pertalite & Pertamax beri andil pada inflasi