LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Darmin akui sawit Malaysia lebih unggul dibanding Indonesia

Menko Darmin menuturkan, komoditas perkebunan RI dibutuhkan dunia, tapi kurang diurus.

2015-08-18 14:13:02
kelapa sawit
Advertisement

Beberapa komoditas perkebunan menjadi tumpuan ekspor Indonesia. Karet, sawit dan komoditas perkebunan lainnya sesungguhnya memiliki peran penting di pasar dunia. Sayangnya, Indonesia belum mengelola dengan maksimal untuk meningkatkan nilai perdagangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Indonesia memiliki produk perkebunan yang dibutuhkan dunia. Bahkan di zaman kolonial, Indonesia menjadi rebutan bangsa lain karena faktor kekayaan hasil perkebunannya.

"Saya ingat sidang pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dua tahun lalu di Jambi. Jambi itu penghasil kayu manis sebanyak 70 persen. Saya melihat daerah itu yang pernah diperebutkan oleh bangsa di dunia. Sebetulnya produk yang memegang peranan penting dunia ini kita punya. Tapi kita kurang mengurusinya," ujar Menko Darmin saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (18/8).

Advertisement

Selain kayu manis, Darmin mencontohkan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas yang belum dikelola secara maksimal. Padahal Indonesia bersaing dengan Malaysia untuk menjadi 'raja' pemasok sawit dunia. Lantaran tidak diurus, jangan heran kalau sawit Indonesia kalah dibanding Malaysia.

"Malaysia pada waktu itu kita bersama-sama sebagai penghasil karet utama. Tapi dia lebih dulu menanam kelapa sawit. Makanya kita kalah dalam pengembangan kelapa sawit dari Malaysia. Pengelolaan kelapa sawit juga Malaysia jauh lebih unggul," tegasnya.

Darmin mengingatkan pentingnya pemanfaatan peran sektor perkebunan sebagai salah satu sektor pendorong perekonomian nasional.

Advertisement

"Saya ingat waktu menulis tesis mengenai masuknya uang ke Indonesia, itu benar-benar masuknya dari perkebunan," ucap dia.

Baca juga:
Pemerintah resmi salurkan dana untuk program biodiesel 15 persen
SKK Migas setuju rencana pengembangan Lapangan Tiung Biru-Jambaran
Menteri ESDM klaim pangkas 129 izin investasi energi dalam 6 bulan
Cadangan gas Indonesia sanggup penuhi kebutuhan energi 80 tahun
Percepat proyek infrastruktur, BPPT kerahkan 2.347 tenaga ahli
Naikkan harga Pertamax di Agustus, Pertamina tertinggal dari pesaing

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.