Menkeu Purbaya Soal Juda Agung Masuk Bursa Wamenkeu: Tunggu Pernyataan Bapak Presiden
Menurut Purbaya, seluruh proses masih bersifat cair dan belum final.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara terkait dinamika penunjukan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang belakangan menjadi perhatian publik.
Purbaya menegaskan hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) untuk memberikan asesmen terhadap nama calon yang beredar.
"Belum ada permintaan dari Mensesneg untuk saya memberi asesmen ke Pak Juda Agung atau calon Wamenkeu,” kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1).
Purbaya mengaku belum diminta memberikan penilaian terhadap mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, yang disebut-sebut sebagai kandidat Wamenkeu. Menurutnya, seluruh proses masih bersifat cair dan belum final.
“Tapi katanya sih masih fluid ya. Saya belum boleh bilang Juda Agung calon Wamenkeu katanya tunggu pernyataan bapak presiden,” tegas Purbaya.
Nama Juda Agung Menguat
Purbaya juga mengakui dalam dinamika politik, perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu. Meski saat ini dia dengar hanya satu nama, tidak menutup kemungkinan adanya perkembangan baru.
"Sepengetahuan yang saya dengar satu, tapi biasa kalau politik kan suka berubah-ubah,” ujar dia.
Terkait jumlah Wakil Menteri Keuangan, Purbaya menyampaikan bahwa secara realistis posisi tersebut akan diisi maksimal dua orang. Dia menepis kemungkinan adanya lebih banyak kandidat yang menemui dirinya.
“Enggak ada,” jawab Purbaya singkat saat ditanya apakah ada kandidat lain selain Juda Agung yang menemuinya.
Dua Wamenkeu Cukup
Menurutnya dengan komposisi tersebut, Purbaya menilai dua Wamenkeu sudah cukup untuk mendukung kinerja Kementerian Keuangan. Dia menyebut jumlah itu sebagai batas maksimal yang ideal dalam struktur saat ini.
“Cukup dua maksimal,” imbuh dia.
Diketahui, Menkeu Purbaya sebelumnya memiliki 3 Wamenkeu. Pertama, Suahasil Nazara. Kedua, Anggito Abimanyu yang sekarang menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Lalu, ada Thomas Djiwandono yang sekarang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih.