LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menengok kebijakan HET tahan kenaikan harga pangan selama Ramadan

Kementerian Perdagangan diminta untuk terus mengawasi dan melakukan inpeksi mendadak (sidak) rutin ke pasar-pasar rujukan sebagai upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadan. Saat ini, harga-haraga bahan pangan dipasar masih cukup stabil dan belum ada lonjakan yang tinggi di pasaran.

2017-06-06 10:23:39
Harga Pangan
Advertisement

Kementerian Perdagangan diminta untuk terus mengawasi dan melakukan inpeksi mendadak (sidak) rutin ke pasar-pasar rujukan sebagai upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadan. Saat ini, harga-haraga bahan pangan dipasar masih cukup stabil dan belum ada lonjakan yang tinggi di pasaran.

"Saya kira selama Ramadan ini harga-harga kebutuhan pokok jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu karena belum ada gejolak yang berarti," ujar Pengamat ekonomi Institut Pertanian Bogor Hermanto Siregar di Jakarta, Selasa (6/6).

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga-harga beberapa komoditas strategis nasional sebagian telah mengalami penurunan. Contohnya, harga cabai dari Rp 28.618 per kilogram (Kg) pada menjadi Rp 26.841 per Kg. Sementara itu, harga daging ayam juga turun dari Rp 31.491 per Kg menjadi Rp 30.812 per Kg.

Adapun, harga telur ayam dari sebelumnya Rp 23.002 per Kg pada Jumat (2/6) menjadi Rp 22.882 per Kg pada Senin (5/6).

Hermanto mendorong agar pemerintah terus konsisten dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok seiring Ramadan menyisakan sekitar 20 hari lagi. Selain itu, momen Idul Fitri juga diharapkan bisa ditekan agar gejolak harga tidak terjadi.

"Yang harus diwaspadai adalah beberapa hari lagi menuju Idulfitri. Dan kenapa pasar-pasar rujukan harus terus diwaspadai seperti pasar Cipinang, Kramatjati dan lain-lain, karena kalau di pasar itu harga pada naik, didaerah juga akan naik," katanya.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan bisa berkoordinasi dengan pemda-pemda untuk bergerak menggelar operasi pasar agar harga-harga tetap stabil. Sebab, gejolak harga tidak hanya terjadi di pusat-pusat kota saja, melainkan kerap terjadi di daerah.

Secara terpisah, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia Teguh Dartanto mengatakan pemerintah agar konsisten menerapkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) untuk beberapa komoditas yang telah dilakukan sebelum Ramadan ini.

Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan untuk mengontrol harga agar selama Ramadan tidak terjadi kenaikan pada komoditas bahan pokok masyarakat. Dia mengingatkan pemerintah untuk komitmen dengan kebijakan yang dikeluarkannya.

"Intinya kalau pemeirntah menetapkan HET, maka pemerintahjuga harus menjaga stok yang ada. Kalau kebijakan diterapkan tetapi stoknya tidak ada ya tidak bakal berdampak. Terutama di daerah yang harus dikontrol karena mereka tidak begitu perhatikan," kata Teguh.

Advertisement

Baca juga:
Bos BI sebut Satgas Pangan bantu BI jaga inflasi selama Ramadan
Ini cara pemerintah percepat swasembada bawang putih di 2019
Sejak 1 Juni, harga daging ayam naik jadi Rp 35.000 per Kg
Mentan klaim target RI jadi lumbung pangan dunia bakal tercapai
Sambut Lebaran, distributor ini jual daging rendang Rp 80.000 per Kg
Bos BPS sebut kebijakan HET pemerintah mampu tahan kenaikan inflasi
Seminggu puasa, harga kentang dan bawang putih terus naik

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.