Mendag Enggartiato akui industri minol paling banyak penyelundupan
Enggar mengakui industri minuman beralkohol paling banyak penyelundupan. Alasannya, pemerintah telah menetapkan cukai yang tinggi untuk minuman beralkohol. Perluasan PLB pangan ini juga untuk menghindari penyelundupan bahan pangan ilegal.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan perluasan Pusat logistik Berikat (PLB) hanya diperuntukan untuk sektor pangan, bukan minuman beralkohol. Sebab, industri minuman alkohol tak memerlukan PLB yang besar.
Selain itu, Enggar mengakui industri minuman beralkohol paling banyak penyelundupan. Alasannya, pemerintah telah menetapkan cukai yang tinggi untuk minuman beralkohol.
"Untuk industri minol ini kan sepi, karna penyelundupannya sangat tinggi, kita akan buat kebijakan-kebijakan yang menyesuaikan, karna susah cukainya tinggi sekali, setiap biaya tinggi, sering dilakukan penyelundupankan, karna biaya menyelundupan lebih murah dibandingkan cukai yang tinggi, turunkan saja nilai volumenya akan basah," ujar Enggar di Cikarang, Jumat (23/9).
Enggar menegaskan perluasan PLB pangan ini juga untuk menghindari penyelundupan bahan pangan ilegal. Akan tetapi, Kemendag masih harus menunggu gudang yang disiapkan Kemenko Perekonomian.
"Dengan jenis-jenis pangan yang berbeda-beda kita membutuhkan spek ukuran gudang tertentu, tapi kalau dapurnya cepat, saya agak lega," katanya.
Dia menambahkan jika penyelundupan yang dilakukan tidak terletak di laut akan mudah diawasi. Sedangkan, jika membuat PLB di laut akan sulit diawasi.
"Kalau saya manggil wartawan ke tengah laut kan enggak mungkin buat menyelidiki, bahaya juga kan," pungkasnya.
Baca juga:
YLKI nilai pelarangan minuman beralkohol tidak tepat
GIMMI: Konsumsi alkohol RI hanya 1 liter per kapita/tahun
Kenapa sih minum alkohol bisa bikin kepala jadi pusing?
3.500 Miras selundupan digagalkan Polres Pelalawan di Sungai Kampar
Ratusan perempuan Gereja di Papua tolak peredaran Miras
[Video] Pria ini paksa bayinya usia 10 bulan minum bir
[Video] Aksi heboh bartender siapkan 17 jagerbomb dalam satu tuangan