GIMMI: Konsumsi alkohol RI hanya 1 liter per kapita/tahun
Merdeka.com - Executive Committee Grup Industri Minuman Malt Indonesia (GIMMI), Ronny Titiheru mengatakan jumlah konsumsi alkohol di Indonesia sangat rendah dibandingkan nagara Asia Tenggara lainnya. Bahkan, Indonesia hanya konsumsi 1 liter alkohol per kapita per tahun.
"Kalau konsumsi alkohol di Indonesia kecil sekali 1 liter per kapita per tahun jauh di bawah Malaysia 15 liter perkapita pertahun, sebetulnya kalau ada wacana kita itu dalam kondisi darurat alkohol data berbicara sebaliknya masih kecil sekali di Indonesia," ujar Ronny di Jakarta, Rabu (21/9).
Ronny menegaskan pemerintah seharusnya merancang undang-undang untuk pengendalian minuman beralkohol, bukan malah melarang peredarannya. "Kami berharap pemerintah dan DPR bisa menyusun rancangan UU pengendalian dan pengaturan alkohol secepatnya berimbang dan memenuhi tujuan semua pihak," katanya.
Sementara itu, Anggota Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo mengatakan judul Undang-undang tentang larangan minuman beralkohol sangat ambigu. Sebab, dalam rancangan UU tersebut, masih terdapat ruang yang diperbolehkan mengkonsumsi alkohol.
"Jadi menurut saya akan lebih bagus kalau rumusannya mengatur UU minuman berakohol, seperti mengatur bukan melarang," jelas Sudaryatmo.
"Kemudian, YLKI mencatat, begitu dia sifatnya substansi pengaturannya fokus pada produksi, distribusi di ritel. Jadi ada misalnya kalau bicara beberapa negara, London, banyak ritel yang gunakan transakssi mandiri pakai mesin kecuali produk tertentu. Jadi itu pengendalian distribusi seperti itu," tambahnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya