Melantai perdana, HELI lepas 250 juta saham baru
PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) hari ini resmi melakukan Penawaran Saham Perdananya (Initial Public Offering/IPO) di Gedung Bursa Efek Indonesia. Perusahaan penyewaan helikopter tersebut melepas 250 juta saham baru atau setara dengan 30,53 persen modal disetor setelah IPO.
PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) hari ini resmi melakukan Penawaran Saham Perdananya (Initial Public Offering/IPO) di Gedung Bursa Efek Indonesia. Perusahaan penyewaan helikopter tersebut melepas 250 juta saham baru atau setara dengan 30,53 persen modal disetor setelah IPO.
"Selamat datang kepada Bapak Edwin Widjaja. Saya berharap perusahaan ini secara unik dapat berkembang di Indonesia. Dan pemegang sahamnya bukan hanya dari keluarganya saja, tapi kita semua, masyarakat. Tolong masyarakat jadi transparansi, fairness, dan juga publisitas dari perseroan," tutur Direktur Utama BEI Tito Sulistio, Selasa (27/3).
Pada pencatatan perdananya ini, saham HELI melejit 70 persen atau 77 poin ke level ke Rp 187. Saham HELI ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 1 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 18.700.
Direktur Utama PT Jaya Trishindo Tbk, Edwin Widjaja menyebutkan catatkan saham di pasar modal sesuai dengan strategi perseroan. Nantinya, seluruh dana IPO akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan pada entitas anak perseroan, yaitu PT Komala Indonesia dengan 99 persen kepemilikan dikuasai oleh PT Jaya Trishindo.
Selain itu, oleh entitas anak perusahaan tersebut, sebanyak 60 persen akan digunakan untuk belanja modal sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja. Komala Indonesia sendiri bergerak di bidang penyewaan helikopter.
"Sudah hampir 8 tahun bagi perseroan beroperasi. Catatkan saham adalah cocok dengan strategi dan perusahaan kita. Ini merupakan langkah yang tepat. Saya harapkan industri di Bursa dapat berjalan dengan baik di bursa," jelas Edwin.
Perseroan pada tahun 2018 ini menargetkan untuk menambah 2 unit helicopter sebagai penunjang perseroan dan menargetkan kenaikan penjualan sebesar 30 hingga 40 persen di tahun ini dengan penjualan per September 2017 senilai Rp 87,7 miliar.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Laba Indocement 2017 turun 51,9 persen menjadi Rp 1,85 triliun
Donald Trump picu perang dagang, pasar saham Asia dan IHSG kompak anjlok
Tarif tol diminta turun, saham Jasa Marga melemah 4 persen
Andalan Finance dapat tambahan fasilitas kredit Rp 300 miliar dari J Trust Bank
Tawarkan imbas hasil tinggi, Narada Kapital segera hadirkan dua reksadana baru