LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mau lengser, Ketua OJK laporkan kondisi industri keuangan ke Jokowi

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7). Kedatangan Muliaman menemui Presiden untuk pamitan karena pada akhir Juli nantinya akan digantikan oleh Ketua Terpilih Wimboh Santoso.

2017-07-11 13:45:15
OJK
Advertisement

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7). Kedatangan Muliaman menemui Presiden untuk pamitan karena pada akhir Juli nantinya akan digantikan oleh Ketua Terpilih Wimboh Santoso.

"Tadi saya sudah sampaikan sekaligus melaporkan bahwa akhir bulan ini saya sudah selesai, saya bilang terima kasih atas support dari Bapak Presiden," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7).

Dalam pertemuan dengan Presiden, Muliaman mengaku turut melaporkan mengenai perkembangan kondisi pasar modal secara keseluruhan. Pasar modal, katanya, saat ini sudah bisa menjadi alternatif kondisi pembiayaan, termasuk ketika masyarakat memerlukan dana-dana jangka panjang, surat utang dan menerbitkan saham.

"Saya juga laporkan tentu saja kita mendorong berbagai pihak untuk bisa masuk ke pasar modal untuk kalau memerlukan dana-dana jangka panjang sehingga nanti melengkapi pembiayaan yang ada di kredit bank," katanya.

Muliaman menambahkan, kepada Presiden turut melaporkan terkait perkembangan di industri lain, seperti nonbank. "Overall saya bisa sampaikan pertumbuhannya relatif normal. Demikian juga di dalam konteks kestabilan sistem keuangan. Semua indikator SSK (Stabilitas Sistem Keuangan) ini juga dalan kondisi normal," jelasnya.

Selain itu, dia menambahkan pertumbuhan kredit dalam kondisi bagus. Pertumbuhan Kredit masih on track sesuai dengan RBB (Rencana Bisnis Bank).

"Sampai dengan Mei memang masih dari 8,71 persen tapi Dana Pihak Ketiga masih lebih tinggi dari itu sehingga kondisi likuiditas perbankan dalam keadaan baik," ujarnya.

Muliaman mengaku permintaan kredit memang belum terlalu kuat, tetapi dia memperkirakan sampai akhir tahun kredit bisa merangkak naik sehingga target pertumbuhan kredit 9 persen sampai 12 persen bisa terlaksana.

"Kita akan awasi secara ketat agar implementasi dari RBB itu sejalan dengan rencananya," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
OJK: BPR kuat bersaing, pencabutan izin itu karena dicuri pengelola
Bos OJK: Saya ingin BPR jadi gadis jelita yang selalu dilirik
OJK: Sudah saatnya BPR gencarkan penggunaan teknologi
Wimboh: OJK tak hanya stabilkan keuangan tapi kurangi rakyat miskin
'Saya panggil perusahaan, bisnisnya di sini tapi listingnya di luar'
Satgas Waspada Investasi hentikan 3 perusahaan investasi bodong
OJK masih buka kesempatan perusahaan Fintech untuk mendaftar

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.