Masih terkendala lahan, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung baru 54,5 persen
Direktur PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 54,5 persen. Hal ini disebabkan proses pembangunan masih terkendala pembebasan lahan.
Direktur PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 54,5 persen. Hal ini disebabkan proses pembangunan masih terkendala pembebasan lahan.
"Pembangunan di lapangan masih pengerjaan tanah semua. Jadi memang proses persentasenya sudah 54,5 persen lah," ujar Hanggoro di IBDExpo di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (20/9).
Dia menambahkan, proses pembebasan lahan harus mengikuti UU Nomor 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Di mana, salah satu syaratnya proyek yang akan dibangun harus memiliki penetapan lokasi (penlok) yanh dikeluarkan oleh pemerintah.
Dengan demikian, Hanggoro berharap proses pembebasan lahan yang dilakukan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) bisa selesai tiga bulan ke depan. Mengingat, proyek ini sudah memiliki penlok dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Penloknya sudah terbit, dari DKI sudah terbit, dari Jawa Barat sudah terbit. Kita tetap bekerja keras membebaskan tanah ini melalui PSBI. Semoga dalam 2-3 bulan sudah selesai," imbuhnya.
Pengerjaan proyek tidak hanya dilakukan di Walini yang sejak awal sudah dilakukan groundbreaking. Namun, pengerjaan proyek juga tersebar di Bandung dan Karawang.
"Lahan di Walini sendiri dipersiapkan untuk dibangun terowongan jalur kereta cepat. Mudah-mudahan 2020 bisa selesai," pungkas Hanggoro.
Baca juga:
Pemprov Jabar ingatkan PT KCIC hati-hati soal perubahan status tata ruang Walini
Pekan depan, porsi China dalam proyek kereta cepat diputuskan
Presiden Jokowi minta detail pembiayaan kereta cepat RI dengan China
Utang dari China Rp 13 T untuk proyek kereta cepat segera cair
Bank China guyur kredit USD 4,5 M untuk kereta cepat Indonesia
China jadikan kereta cepat RI proyek percontohan One Belt One Road