China jadikan kereta cepat RI proyek percontohan One Belt One Road
Merdeka.com - China bakal menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi One Belt One Road (OBOR) di Beijing, 14-15 Mei mendatang. Pertemuan disebut sebagai konferensi infrastruktur terbesar di dunia itu merupakan bagian dari inisiatif Negeri Tirai Bambu membangun konektivitas ekonomi di eurasia.
Mereka ingin mengulangi kesuksesan jalur sutra, baik di darat maupun laut, pada masa lalu.
Diperkirakan, total pendanaan disiapkan untuk melancarkan inisiatif tersebut mencapai sekitar USD 300 miliar hingga USD 500 miliar, dalam satu dekade mendatang.
Forum tersebut bakal dihadiri sekitar 29 kepala negara. Termasuk Presiden Joko Widodo.
China berharap proyek kereta cepat di Indonesia bisa menjadi proyek percontohan dari inisiatif OBOR. Untuk itu, negeri dilindungi tembok raksasa itu berani mengambil risiko dengan menanggung sebagian besar biaya konstruksi megaproyek tersebut.
"Proyek kereta di Indonesia sendiri tidak begitu menguntungkan buat China," kata Wang Yiwei, akademisi Universitas Renmin, seperti diberitakan Nikkei Asian Review, kemarin. Wang dinilai memiliki kepakaran terkait OBOR.
Adapun OBOR mengandung dua inisiatif. Yaitu, pembangunan konektivitas di darat mulai dari Asia Tengah hingga Eropa. Dan, pengembangan tol laut sepanjang Asia Tenggara, India, Timur Tengah, dan Afrika.
China menganggap tol laut sangat penting. Sebab, 80 persen impor minyak mentah negeri padat penduduk tersebut mengalir lewat Selat Malaka, jalur sempit antara semenanjung Malaysia dan Sumatera.
Dengan merangkul negara di Asia Tenggara, Negara Komunis itu berharap bisa menggerogoti pengaruh dari Amerika Serikat secara perlahan. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya