Malom Minggu De Benuanta: Wadah Industri Kreatif dan UMKM Kaltara di Kantor Gubernur
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menggelar program "Malom Minggu De Benuanta" di halaman Kantor Gubernur, menjadi wadah strategis bagi industri kreatif dan UMKM Kaltara untuk berkembang dan meraup untung.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menggelar program inovatif "Malom Minggu De Benuanta" di halaman Kantor Gubernur Kaltara. Acara ini dirancang khusus untuk mewadahi serta mempromosikan produk-produk dari industri kreatif dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal di Kaltara. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap awal bulan dan pada malam Minggu, menarik perhatian masyarakat luas.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto, menjelaskan bahwa pemilihan waktu di awal bulan dan malam Minggu bertujuan strategis. Ini bertepatan dengan waktu gajian para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat pekerja, sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya beli pada produk UMKM. Inisiatif ini juga membuka ruang bagi komunitas untuk berkreasi dan berinteraksi langsung dengan publik.
Program "Malom Minggu De Benuanta" tidak hanya sekadar ajang pameran, melainkan sebuah upaya nyata Pemprov Kaltara untuk menggerakkan roda perekonomian daerah. Dengan menyediakan lokasi strategis dan tanpa biaya bagi peserta, program ini membuktikan komitmen pemerintah dalam mendukung keberlangsungan dan peningkatan kelas UMKM Kaltara.
Menggerakkan Ekonomi Lokal Melalui Kreativitas UMKM Kaltara
Sekprov Kaltara Denny Harianto menegaskan pentingnya peran industri kreatif dan UMKM dalam menjaga stabilitas ekonomi. Menurutnya, sektor ini telah terbukti tangguh menghadapi berbagai krisis, mulai dari krisis moneter 1998 hingga pandemi COVID-19. Oleh karena itu, program ini menjadi langkah konkret untuk menaikkan kelas UMKM Kaltara.
Denny Harianto juga menantang komunitas untuk menghadirkan tema-tema unik dan menarik di setiap penyelenggaraan acara. Hal ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk datang, menyaksikan pertunjukan, sekaligus berburu kuliner dan produk UMKM. Inovasi tema akan menjaga antusiasme dan membuat acara selalu dinanti.
Halaman Kantor Gubernur Kaltara di Jalan Kolonel Soetadji, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, kini terbuka lebar untuk berbagai aktivitas masyarakat. Sekprov Denny Harianto mempersilakan komunitas industri kreatif dan UMKM untuk memanfaatkan lokasi tersebut. Ia hanya berpesan agar kebersihan, kerapian, dan kenyamanan area tetap terjaga selama kegiatan berlangsung.
Dekatkan Kantor Gubernur dengan Masyarakat Melalui Program Inovatif
Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Pariwisata Provinsi Kaltara, Handayani, mengungkapkan bahwa ide "Malom Minggu De Benuanta" berawal dari permintaan komunitas musik lokal di Kaltara. Mereka membutuhkan wadah untuk berekspresi dan menampilkan karya-karya mereka. Dari sinilah kemudian program ini dirancang sebagai platform multifungsi.
Pemilihan halaman kantor gubernur sebagai lokasi acara memiliki tujuan ganda. Handayani menjelaskan bahwa ini bertujuan agar masyarakat umum dapat mengenal dan merasa dekat dengan kantor yang sering dianggap eksklusif untuk ASN. Dengan demikian, stigma bahwa kantor gubernur hanya untuk pegawai negeri dapat terkikis, dan masyarakat merasa memiliki.
Program ini telah sukses dilaksanakan sebanyak tiga kali, dengan tema yang selalu berganti untuk menjaga kesegaran acara. Contohnya, pada Sabtu malam (6/6), tema yang diusung adalah "Road to FIFA World Cup 2026", berkolaborasi dengan TVRI Stasiun Kaltara. Setiap pelaksanaan menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung dan partisipasi komunitas.
Dukungan Tanpa Biaya untuk UMKM Kaltara
Handayani menegaskan bahwa tidak ada pungutan biaya bagi industri kreatif dan UMKM Kaltara yang ingin berpartisipasi dalam "Malom Minggu De Benuanta". Kebijakan ini diambil sebagai bentuk promosi pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif yang efisien. Program ini membuktikan bahwa dukungan terhadap UMKM bisa dilakukan tanpa beban biaya besar.
Meskipun tidak ada biaya partisipasi, para pelaku UMKM secara sukarela menyisihkan sebagian makanan atau minuman mereka. Sumbangan ini ditujukan untuk petugas kebersihan, keamanan, dan panitia yang bekerja tanpa honor. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang kuat di antara para peserta dan penyelenggara.
Program ini berhasil memberikan wadah dan panggung bagi pelaku industri kreatif untuk berkreasi, sekaligus memungkinkan UMKM meraup keuntungan. Dengan biaya operasional yang minimal, "Malom Minggu De Benuanta" menjadi model efektif untuk mendukung perekonomian lokal. Inisiatif ini menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.
Sumber: AntaraNews