LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Luncurkan SPBG Mobile, Pertamina gelontorkan Rp 12 M

Dana tersebut diambil dari APBN 2015.

2015-11-16 16:47:36
Pertamina
Advertisement

PT Pertamina (persero) meresmikan peluncuran Mobile Refueling Unit (MRU), yaitu unit pengisian bahan bakar gas (BBG) yang mampu berpindah tempat. Untuk mengoperasikan unit tersebut, Pertamina menghabiskan dana sebesar Rp 12 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 untuk satu unit MRU.

Direktur Utama PT Pertamina (persero), Dwi Soetjipto mengatakan, uang tersebut digunakan sebagai pengalokasian pembuatan kendaraan yang aman. Untuk membawa BBG, kata dia, tangki MRU harus memiliki standar keamanan internasional.

"Investasi MRU sendiri mencapai Rp 12 miliar per unit. Kami memiliki standar keamanan internasional untuk MRU. Tangkinya sendiri memiliki ketebalan tersendiri yang diujinya pakai peluru. Sehingga kami bisa memastikan bahwa MRU aman," ujar Dwi di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (16/11).

Advertisement

Pertamina sendiri telah mengoperasikan sebanyak empat unit dari tujuh unit MRU dengan kapasitas 1.800 liter setara premium. Keempat MRU tersebut beroperasi di Lapangan Banteng, SPBG Pulogebang, SPBU COCO Jl. Industri Kemayoran dan Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek.

Sedangkan, tiga unit lainnya akan dioperasikan di Bandara Soekarno-Hatta, Jatiasih Bekasi dan Mampang Prapatan. "BBG ini akan dikenakan harga Rp 3.100 per liter setara premium, tingkat perekonomiannya sekitar Rp 4.100 sampai Rp 4.500. Ini juga pasti jauh dari premium," jelas dia.

Sementara itu, Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmadja menargetkan terbangun 300 SPBG di seluruh Indonesia hingga 2019.

Advertisement

"Kami dari Kementerian ESDM, meminta bantuan untuk mempermudah perizinan untuk menertibkan regulasi kendaraan untuk menggunakan gas. Selain itu, kami mendorong pabrikan mobil agar membuat kendaraan yang bisa menggunakan gas. Sehingga program ini lebih cepat bergerak sekaligus bisa mengurangi polisi, karena lebih murah dan lebih bersih," kata Wiratmaja.

Baca juga:
Pertamina akan serahkan hasil audit Petral ke KPK
Aturan ESDM dinilai ciptakan monopoli baru pengelolaan gas bumi
Pertamina resmikan BOM Modular Dago
Pertamina diminta gandeng perusahaan lokal garap proyek migas
PGN sebut pemasok gas industri di Medan patok harga tinggi
TPPI beroperasi, Jokowi yakin hemat USD 2,2 M uang negara per tahun

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.